4AM : Mood Ibu Hamil

1.9K 136 16
                                        

"Ma, selamat pagi." sapa Icha saat ia menyapa Mama nya yang sudah duduk dikursi makan untuk sarapan.

"Selamat pagi Icha dan calon cucu mama."

Icha duduk disebelah Mama Rian. "Kamu kerja?"

''Iya, ma. Padahal harusnya aku ikut berangkat bulan ini. Tapi gak jadi, gak boleh mas Rian. Masih rawan, masih muda hamilnya katanya." jelas Icha.

"Ya lah, nak. Nanti aja. Baik-baik aja?"

"Baik, kok, ma.''

"Yaudah, yuk, sarapan dulu."

Icha dan Mama Rian pun sarapan bersama. Disela kegiatan sarapan meteka, mereka sesekali berbincang-bincang kecil.

"Icha berangkat dulu ya, Ma?" pamit Icha kemudian mencium punggung tangan mama Rian.

"Iya, hati-hati."

Icha pun berangkat menuju Pelatnas. Dia diantar sopir. Rian memang memilih menggunakan jasa sopir pribadi untuk istrinya mulai hari ini.

Begitu di perjalanan, Icha menerima sebuah panggilan telepon dari Rian.

"Assalamualaikum, Mas?"

"Waalaikumsalam. Sudah berangkat atau belum?" tanya Rian.

"Lagi dijalan, Mas. Kenapa?"

"Baik-baik aja?"

Icha tersenyum kecil. "Baik, Papaaaaaaaa."

Rian diseberang sana terkekeh. "Susunya diminum kan tadi?"

"Iya. Udah. Sampe habis. Cuma kurang enak."

"Kenapa?"

"Gak disuapin kamu soalnya."

Rian terkekeh lagi. "Sabar ya? Aku bakal pulang."

"Iya. Jangan cepet-cepet.'' sahut Icha.

"Loh, kenapa?"

"Loh, kalau kamu pulang cepet berarti kamu kalah di babak awal, Mas."

Rian terkekeh. Iya juga. "Gak papa pulang lama asal juara?"

"Gak papa."

"Oke. Aku pulang lama. Dua minggu lagi."

"Aamiin." sahut Icha.

Rian terkekeh. "Mas, kangennnnnn." entah kenapa Icha semenjak hamil ini lebih manja dan agresif dengan Rian. Bawaan kali, ya?

"Yang kangen itu mamanya atau anaknya?" ledek Rian.

"Mamanya!"

Rian terkekeh. "Dua minggu lagi ya, Mama. Sabar. Nanti begitu pulang boleh deh peluk papa sampe lama-lama."

"Lama ya dua minggu lagi. Padahal aku kangennya sekarang."

"Katanya aku gak boleh pulang cepet?" tanya Rian.

"Iya, gak tahu, ah!"

Rian terkekeh. "Kabarin aku terus, ya?"

"Jangan dimatiin dulu teleponnya." cegah Icha.

Rian lagi dan lagi terkekeh. "Enggak. Enggak dimatiin dulu. Mau ngomong apa?"

"Nyanyi donggggggg...." pinta Icha.

"Aku gak bisa nyanyi, sayang."

"Ih, mau dinyanyiin!"

"Lagu apa?" pasrah Rian.

Lucky (Rian Ardianto)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang