38.Bad Advice From Indah
Prilly menatap sendu pada benda datar didepannya, ia kini sedang berada dikantin sendirian. Bani yang tidak mau ikut, Syifa yang tengah berbicara dengan Rizky dan Arkan yang lagi-lagi menghilang. Istirahat kedua ini benar-benar membosankan, semua nampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Hingga sebuah suara membuat tatapannya berpaling pada 2 insan yang duduk tepat dihadapannya.
"Alexx! Aku pengen baso!" gadis itu sedikit merengek, menarik-narik lengan kokoh Ali manja. "Baso apa, sayang?" Ali mengelus rambut gadis itu lembut.
"Baso apa aja, asal yang pesen kamu. Pasti enak!" ujar gadis itu tersenyum.
Prilly dibelakang sana tersenyum miris, berpaling lagi menatap layar datar yang menampilkan laki-laki tampan tengah cemberut. Menekan ikon tong sampah lalu bergegas mematikannya. Menyimpan ponselnya lalu melanjutkan acara makan-makan ngenesnya.
Ia ingin segera pergi, tapi perutnya lapar. Pelajaran Pak Ikam benar-benar menguras emosi, belum lagi keberadaan 2 insan dihadapannya.
Suara kursi yang bergoyang tak membuat Prilly menghentikan suapan cepatnya, hingga sebuah suaralah yang mampu membuat Prilly mendongkak. "Ngenes banget!" sindir gadis dihadapan Prilly.
Prilly menatapnya malas "Terserah gue!"
"Udah yang kita temenin aja disini!" gadis itu melambaikan tangannya pada Ali, laki-laki yang tengah sibuk membawa pesanan gadisnya.
"Prill!" sapanya tersenyum kecil, begitupun Prilly.
2 insan dihadapan Prilly mulai melahap makanannya, terkesan kurang sopan namun siapa perduli?.
"Aaakkk yang?" gadis itu membuka mulutnya, menerima suapan lembut dari Ali. "Kamu juga dong!" kini berganti, Ali membuka mulutnya lebar, membiarkan gadis dihadapannya menyuapinya.
"Enak banget sih! Apalagi pake cinta!"
"Loveyou!" ujar Indah yang langsung Ali rangkul bahunya, membiarkan Prilly menahan rasa cemburunya.
Brak!
"Maksud lo mesra-mesraan depan gue apaan?!" beruntung kantin sepi, karena biasanya istirahat kedua dihari senin para gadis-gadis akan berteriak disisi lapang basket dengan suara nyaring khas mereka.
"Ko lo marah? Uhuk...uhuk" tanya gadis itu dengan terbatuk-batuk, akibat gebrakan Prilly gadis dihadapannya itu tersedak baso kecil yang belum sempat ia kunyah.
"Oh gue tau! Lo mau bales dendam karena tadi gue udah manas-manasin lo kan? Ga laku banget ya Li mesti sama mantan lo ini?" Prilly menatap Ali tajam, didepannya Ali tengah menyodorkan minuman pada gadis yang tersedak itu, sembari memikirkan apa yang Prilly katakan. 'Ga laku-' apa segitu buruk kah sekarang pesona Ali? Tidak-tidak... Ali masih tampan.
Brak!
"JAWAB!"
"Uhuk... Uhuk..."
Ali mengeram marah, lagi-lagi gadis disebelah kanannya tersedak. Jikalau tadi baso, berbeda dengan sekarang yang tersedak air. "Maksud lo gue cemburu?" Ali mulai mengubah kosa katanya.
"IYA! LO CEMBURU, LO BALES DENDAM. Sayangnya gue ga cemburu, gue marah karena gue ga suka kealayan lo berdua dimeja gue."
"HEH DENGER! GUE GA ADA RASA CEMBURU SAMA SEKALI SAMA LO! SEDIKIT PUN!" Ali membentak Prilly, matanya berubah tajam. Sorot matanya jelas membuat Prilly menciut.
Ya, ini Ali lakukan demi menutupi rasa cemburunya, karena ia mendengar Prilly tidak cemburu padanya.
"Bohong!"
"LO BERHARAP GUE CEMBURUIN? Lo ga cemburu, ngapain gue cemburu?"
Mata Prilly mulai berembun, menatap Ali sembari menggeleng. "Gue benci sama Lo!" setelahnya Prilly berlari, meninggalkan 2 insan yang jelas menampilkan ekspresi yang berbeda. Apa ujaran benci dari Prilly hanya omong kosong belaka?.
Oh gini caranya biar mereka makin renggang!.
"Lo gapapa?" melupakan kekesalannya, Ali bertanya pada gadis yang tadi tersedak.
"Rencana kita gagal dong?" tanya gadis itu sendu.
"Apa yang gue lakuin? Dia makin benci sama gue!" Ali menjambak rambut hitamnya kasar. "Gue bodoh! KENAPA GUE HARUS MALU MENGAKUI KALO GUE EMANG CEMBURU! GUE PENGECUT GUE BANGSAT!!!"
GENGSIAN!
"Udah nanti kita cari jalan lain." ujar gadis itu tenang, membuat Ali menatapnya heran. Mengapa Indah bisa setenang ini? Bukankah gadis itu tidak suka diganggu sedikitpun?. Kelakuannya aneh, sedaritadi Indah bersikap tenang sekalipun Prilly membuatnya tersedak dan bisa saja mati konyol dikantin sekolah karena tersedak bakso. Jangan sampai ada kabar Kantin sekolahan elite menjadi milik hantu cantik yang tersedak bakso!. Kan seram.
"Ini juga karena ide lo!" sentaknya sedikit pelan, ini juga salah dirinya kenapa dengan mudah mengiyakan idenya Indah.
Gadis tinggi itu melangkah cepat kearah sebuah kelas, senyum miring tercetak jelas dibibir merahnya. Rambut yang sudah ia rapihkan sebelumnya, kini kembali ia rapihkan.
Tanpa mengucapkan salam, segeralah gadis itu masuk kedalam kelas yang memang sedikit sepi. Istirahat kedua sedang berlangsung, laki-laki tampan disana nampak membenamkan wajahnya.
"Alex!"
Alex atau Ali mendongkak, menatap malas pada gadis yang sedang memasang wajah manisnya. "Apaan?" tanyanya kembali membenamkan wajah tampannya. Sebenarnya pelajaran fisika tadi membuat otak Ali berkedut sakit, materi yang sedang dijelaskan tampak beradu dengan pikirannya yang kalut.
Pikiran yang kalut sebenarnya berasal dari buku yang tadi ia baca. Buku pasal mantan itu benar-benar membuat Ali kepikiran.
"Tau ga kalo April dijodohin sama Bani?" tanyanya begitu lantang, setelahnya ia tersenyum miring. Senyum miring yang terpantri itu karena berita bagus yang ia dapatkan dari kekasih gelapnya.
Ali mendongkak lagi, menatap gadis tinggi itu lekat. "Tau dari mana lo?" tanya Ali ketus. Seperti yang sudah diceritakan, sepertinya Ali mulai terbiasa ketus pada semua wanita.
"Masa sama pacar sendiri ketus gitu!" Indah, ya gadis itu merengut tak terima. Didepannya Ali berkacak pinggang menatap malas pada dirinya. "Lo tuh alay tau ga!" Indah terdiam, bukankah sedari dulu ia memang begitu?.
"Aku ga sakit hati ko."
"Gue ga nyakitin hati lo juga, itu fakta bahwa lo ALAY!" Ali menekan kalimat terakhirnya.
"Mending sekarang kamu ikutin cara aku biar April cemburu." ucapan Indah sontak membuat Ali menatapnya meminta penjelasan. "Mau ga?"
"Apaan?"
Beberapa menitnya...
"Yah gue setuju!"
Dan berakhirlah seperti ini. Siapa yang harus disalahkan?.
.....
A/N: Gw bikin cerita kan:v judulnya Tetangga sebelah... Castnya AliPrilly ReySandrinna, kira-kira enaknya dipub kapan ya? Itu sih belum beres jdi ga akan setiap hari up...
Btw sumpah g ngerti sm cerita sndri:v Alinya ko labil 😭 mangap ye qaqa klo crta ini aneh:"(
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Struggle [END]
CasualeEnd! Mengandung sedikit kekerasan, Ada beberapa kata kotor di beberapa part, Konflik ringan dan tidak mengandung bawang bombai. "Aku berjuang untukmu!" "Dan aku pernah berjuang untukmu juga." "Kita adalah pejuang cinta diwaktu yang tidak sama." ...
![Our Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/223295276-64-k324033.jpg)