70. The End of Everything.
"Baik kalau begitu-"
"Saya sudah siap, tapi bukan dengan Agatha. Agatha juga sudah siap, tapi bukan dengan saya."
"Apa maksud kamu Ali?"
"Mamah punya perjanjian sama Agatha kan? Ali batalin perjanjian itu. Karena Ali cuma suka, sayang dan cinta sama Prilly." Prilly yang awalnya sudah hampir menangis kini tersentak. Mengetahui namanya dipanggil Prilly mendongkak, menatap Ali yang juga tengah menatapnya.
"Tapi semalem kamu masih ngigo ga jelas Ali!" sahut Resi.
Ali menoleh lalu tersenyum. "Ali ngigo karena Ali mimpi abah."
"Anak abahhh!"
Ali tersenyum, menerima pelukan abahnya walau hanya dialam mimpi.
"Abah lihat dari atas Ali ada masalah lagi?"
Ali mengangguk pelan.
"Perihal itu, sebenarnya jika Ali memang berniat melupakan pasti Ali takan pernah mengingatnya. Coba sekarang gini deh, Ali positif... Istigfar kalau Ali keinget sama hal itu. Abah lihat juga Prilly tulus."
"Lalu Ali harus apa abah?"
"Mengakui rasa cinta Ali pada Prilly didepan banyak orang."
"Jangan bikin masalalu kalahin rasa cinta kamu. Prilly lagi nangis sekarang, apa yang akan kamu katakan jika Prilly pergi?"
Ali menatap abah dengan kerutan.
"Lihat perjuangan Prilly. Abah yakin kamu tahu kalau manusia suka khilap. Jadiin khilap itu pelajaran bukan beban apalagi pikiran. Abah tahu kamu pintar, kamu tegas dan kamu tahu yang terbaik."
Lalu bayangan abah hilang, tergantikan oleh Prilly yang tengah berjalan pergi sembari menangis.
"Kamu mau kemana, Prill?"
"Pergi, aku udah kehilangan semuanya."
"Jangan pergi Prill!"
"Kalau kamu udah ga ada rasa, ngapain aku masih disini?"
"Engga! Enggaaaaa!"
"IYA IYA INI SALAH! HIKS INI SALAHHHHH!"
"ALI SALAH HIKSSS!"
"Engga Prill, Enggaaaa!"
"Mimpi malam itu membuat Ali sadar. Dan kemarin siang, Ali melihat kesedihan dimata mas Andra. Bagaimana bisa Ali membiarkan seorang laki-laki menangis? Terlebih lagi karena Ali sendiri?"
"Acara tunangan ini akan tetap berlangsung. Mas Andra yang menggunakan cincin ini dengan Agatha. Dan Ali akan pakai cincin ini untuk melamar Prilly." Ali menunjukan sebuah cincin yang membuat Resi terkejut bukan main.
"Maaf mamah, Ali ambil ini secara diam-diam kemarin saat bilang mau minum."
Flashback on
"Eh sebentar mah, Kai! Ali pengen minum."
"Gue aja yang ambil." tawar Kaia akan beranjak.
Ali menggeleng, "Ali mau sendiri."
"Ck dasar Ali." gumam Resi berdecak.
Flashback off
"Jadiii?" pekik Agatha heboh. Dengan segera Agatha berlari kearah Andra yang sedaritadi duduk diam disamping papahnya Agatha. "Mas kita jadi tunangan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Struggle [END]
RandomEnd! Mengandung sedikit kekerasan, Ada beberapa kata kotor di beberapa part, Konflik ringan dan tidak mengandung bawang bombai. "Aku berjuang untukmu!" "Dan aku pernah berjuang untukmu juga." "Kita adalah pejuang cinta diwaktu yang tidak sama." ...
![Our Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/223295276-64-k324033.jpg)