68. Back to Reminiscing 2
Hari selanjutnya, Prilly membawa Ali kerumahnya. Gadis mungil itu akan membuat semua makanan kesukaan Ali.
Cake buatannya, juga opor buatan bibi.
"Selamat datang aden." Ali tersenyum kecil lalu mengangguk. Berjalan perlahan lalu matanya mulai menyusuri rumah besar Prilly. Isinya masih sama, tidak ada yang dirubah apalagi dihilangkan.
Prilly menggenggam tangan Ali lalu menariknya untuk pergi kearah dapur. Ia akan membuat kue dihadapan Ali.
Dengan lihai Prilly membuatnya, dengan sesekali memberikan senyum manis kearah Ali. Ali hanya tersenyum dan mungkin beberapa kali terkekeh kecil.
"Opor kesukaan aden udah beres!" bibi memekik lalu menyimpannya diatas meja makan. Ali langsung tergiur, mencium baunya saja perut Ali sudah berbunyi. "Biar bibi yang menunggu kuenya matang, cantik."
Prilly mengangguk lalu menghampiri Ali. Menyiapkan nasi dan lauk untuk Ali lalu keduanya makan dengan keadaan hening.
Selesai makan, Prilly langsung membawa Ali pulang, dan besok mereka akan pergi kerestoran milik Prilly.
"3 hari lagi."
-----
>Percepat.
Keesokan harinya, Prilly mengajak Ali untuk naik bus, mungkin sembari mengenang.
Prilly memilih duduk dibangku paling depan dan Ali disampingnya, Prilly tersenyum dengan tangan yang sibuk mengeluarkan sesuatu dari tas mininya.
Menarik tangan Ali lalu menyelipkan sesuatu didalamnya. Ali membuka kepalan tangannya lalu tersentak kala melihat sekotak permen karet dengan tulisan...
Kasihin keaku lagi dong kaya dulu.
Ali sebenarnya ingin terkekeh tapi laki-laki itu berusaha menahannya. Dan dengan segera menarik tangan Prilly untuk menyelipkan permen karetnya lagi.
Prilly tersenyum lalu memutar-mutar permen karet tersebut dengan bergumam "gapapa deh ga pake tulisan."
Ali yang mendengar hanya tersenyum kecil.
Sesampainya direstoran... Prilly manarik kursi untuk Ali duduk dan mengangkat tangannya untuk memesan.
"Yang aku minta?" tanya Prilly pada salah satu pelayan yang tadi menghampirinya. Pelayan itu mengangguk lalu memberikan sebuah note disertai pulpen dan berlalu pergi lagi.
Prilly mulai sibuk menulis, mengabaikan Ali yang tengah menatapnya bingung. Hingga 15 menit lamanya Ali menunggu dan Prilly sama sekali belum selesai.
Prilly mendongkak merobek notenya selembar lalu melipatnya dan memberikannya kepada Ali. Ali membukanya dan sebuah tulisan terpampang disana.
"Aku bakal nyanyi didepan, dengan 1 syarat.
Kamu harus nyanyi DEMI CINTA.
Maaf.. ku telah menyakitimu...
Ku telah kecewakanmu...
Bahkan ku sia-siakan hidupku,
dan kubawa kau s'perti diriku...
Walau hati ini t'rus menangis,
Menahan kesakitan ini...
Tapi ku lakukan semua demi cinta...
Akhirnya juga harus ku relakan,
Kehilangan cinta sejatiku...
Segalanya t'lah ku berikan,
Juga semua kekuranganku...
Jika memang ini yang terbaik...
Untuk diriku dan dirinya...
Kan ku t'rima semua demi cinta...
Reff :
Jujur, aku tak kuasa,
Saat terakhir ku genggam tanganmu...
Namun yang pasti terjadi,
Kita mungkin tak bersama lagi...
Bila nanti esok hari,
Ku temukan dirimu bahagia...
Ijinkan aku titipkan,
Kisah cinta kita selamanya...
Barangkali kamu lupa liriknya hehe."
Ali awalnya ragu, namun melihat Prilly yang nampak menundukan wajahnya itu, ia jadi tidak mau mengecewakan.
"Aku bakal nyanyi kalau kamu mau nyanyi duluan." Prilly mendongkak lalu matanya berbinar ceria.
Dengan semangat gadis itu mengangguk dan berdiri begitu saja meninggalkan Ali yang terlihat diam. Jujur Ali penasaran. Apa yang akan Prilly nyanyikan sebenarnya?.
Prilly berdiri cantik diatas sana. "Sebelumnya, berdirinya saya disini hanya untuk menghibur laki-laki spesial namun berbonus kalian juga. Semoga kalian suka sama suara saya."
Menghentak-hentakan kakinya pelan kala musik mulai dimainkan.
"Biar Waktu Yang Hapus Sedihku..."
Tak ku mengerti,
Dengan tatap matamu.
Sering ku bertanya-tanya,
Benarkah ini?
Tak lagi kurasa,
Hangatnya cintamu.
Hampa rasanya saat,
Peluk dirimu.
Oh dimana kah?
Kau yang dulu mencintaiku?
Kini kau tlah berubah,
Kau acuhkan diriku.
Biar waktu yang merelakan,
Setiap keping kenangan.
Tuk hapus sedihku...
Prok! Prok! Prok!
"Terimakasih semuanya." Prilly mencondongkan tubuhnya sedikit lalu turun dari atas panggung dengan wajah memerahnya. Karena sedaritadi Ali tak lepas menatapnya.
"Sekarang giliran kamu."
Ali mengangguk.
Prilly tersenyum, kenangan dulu terputar kembali. Saat Ali bernyanyi suara dia masih sama. Dan Prilly rindu itu.
"2 Hari Lagi."
Menghitung hari, sepertinya sudah menjadi hobby Prilly...
.....
A/N: Dahlah males bertele-tele wkwk. Bdmd prh:v
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Struggle [END]
RandomEnd! Mengandung sedikit kekerasan, Ada beberapa kata kotor di beberapa part, Konflik ringan dan tidak mengandung bawang bombai. "Aku berjuang untukmu!" "Dan aku pernah berjuang untukmu juga." "Kita adalah pejuang cinta diwaktu yang tidak sama." ...
![Our Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/223295276-64-k324033.jpg)