OS - Twenty Seven

1.3K 146 10
                                        

27.Origin and Brought Near?


Resi menarik tangan Prilly lembut kearah sofa, sementara Ali yang memang sudah duduk disana-pun hanya diam melihat raut bahagia dari mamah-nya itu.

Resi merogoh tas gucci-nya dengan tak sabaran, menarik sebuah kontak berwarna silver yang sudah usang dengan terburu-buru. Kotak kecil dengan ukiran love itu nampak cantik, apa lagi dengan emas kecil-kecil yang ada diujung-ujung kotak.

Membukanya perlahan lalu mengulurkannya pada Ali "Coba beb, dipasangin dijari Prilly." titah Resi menatap lembut Ali.

Ali mengerutkan dahi-nya, menatap mamah-nya bingung "Ali belum ada niat tunangan sama Prilly, mah." ujar Ali yang langsung membuat wajah Prilly masam, namun sebisa mungkin Prilly tutupin dengan anggukan.

Saat itu, setelah mereka menyelesaikan acara membuat kue-nya, Resi menceritakan asal usul cincin yang terlihat kuno namun cantik nan elegan.

"Cincin ini, cincin dari eyang buyut kamu Li. Kakek buyut kamu udah ngalamin kejadian aneh ini. Cincin ini adalah penemuan opah-nya kakek kamu, kalau cincin ini muat atau pas dipacar keterunan opah-nya kakek kamu, termasuk kamu? tandanya pacar kamu itu jodohnya kamu. Abah dulu ngasih cincin ini buat mamah dan ternyata pas alhamdulillah dan insyallah mamah bakal jadi jodoh-nya abah dunia akhirat aamiin."

"Nah sekarang cobain di Prilly," Ali mengangguk lalu merebut kotak cincin itu dan memakaikannya kejari manis Prilly.

Dan sangat disyukuri, cincinya nampak pas dengan kulit putih bersih milik Prilly. "Insyaallah kita juga jodoh ya!" Prilly nampak tersenyum malu lalu mengucapkan aamiin banyak-banyak dalam hati.

Sungguh seperti sinetron namun semoga semuanya menjadi benar dan berujung membahagiakan.

Prilly mengusap wajahnya kasar, bagaimana ia bisa melupakan jikalau semuanya selalu terputar jelas? Prilly bahkan berfikir bahwa ia tak cocok untuk Ali, sehingga Allah tidak mengizinkan mereka bersama.

Merasa lelah Prillypun mulai terlelap dengan nyaman dibawah selimut tebal miliknya. Sementara diluar kamar wanita muda bernama Monik tengah menatap figura besar dihadapannya.

"Maaf Ly, aku ga bisa jodohin Bani sama April." gumamnya sedikit terisak. Menyeka air matanya lalu menoleh kebelakang menatap anak satu-satunya tengah tertidur diatas sofa.

"Ban! Mamah tidur dikamar April ya?" Monik mengguncang pelan tubuh anaknya, hingga membuat anaknya mengerjap pelan lalu mengangguk.

Monik perlahan melangkahkan kakinya kearah tangga tinggi yang melingkar, ketika sampai didepan daun pintu matanya meneliti tulisan yang terpampang jelas disana. Mengeja pelan lalu menghembuskan nafasnya.

Monik tak pernah tahu bagaimana rupa kekasih anak sahabatnya itu, berasal dari keluarga mana dan bagaimana sifatnya. Namun dari cerita yang ia dengar dari pembantu rumah Prilly, laki-laki itu baik hanya sering membuat Prilly kecewa. Tadinya ia berniat mencari tahu, namun karena takut membuat Prilly marah jadi niatnya hanya niatan belaka.

Membuka pintu tanpa mengetuk sudah menjadi hal biasa dulu, namun kini rasanya berbeda. Seperti ada yang menghantam ulu hatinya karena mulai mengabaikan.

Niatnya ingin kekamar mandi terlebih dahulu menjadi urung kala melihat banyak figura foto yang tertata rapi di dinding ber-background coklat. Kira-kira ada 12 foto disana. Foto Prilly bersama Bani, Prilly bersama Syifa, Prilly bersama kedua orang tuanya, Prilly bersama dirinya dan?,

Prilly bersama laki-laki tampan dengan jambul mengacung penuh percaya diri. Monik menarik pigura sedang yang terpampang jelas dipaling atas. "Tampan." gumamnya tersenyum.

Monik menyimpannya lagi, lalu melanjutkan langkahnya kearah kamar mandi yang letaknya dikamar pribadi Prilly.

Merasa siap, monik merebahkan dirinya disisi kanan Prilly lalu memeluk gadis yang tengah tertidur itu secara hati-hati.

"Bagaimanapun laki-laki yang kamu cintai, mamah tetap harus mendekatkan kamu dengan Bani." ujarnya pelan, lalu tanpa sadar matanya mulai meredup dan tertutup.
------
Resi, mamah muda itu tengah terburu-buru mengejar anak bujangnya yang baru saja tiba langsung berlari kearah kamarnya.

"Aliiii"

Toktoktok

Resi mengetuk pintu itu pelan, mendengar isakan sang anak membuat hatinya sedikit tergores. Ada apa dengan anak bujangnya itu? tidak seperti biasanya dia menangis.

Merasa tak direspon, Resi memaksakan dirinya masuk kedalam. Membuka knop pintu pelan, dan seketika matanya membola.

"ALI!"

.....
A/N: Mulmed foto2 dikamar Prilly... Yang bareng mamah Ully Om Rizal anggap aja Prillynya masih kecil 😂🤣 males nyari foto2nya geng ✌

Our Struggle [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang