67.Back to Reminiscing
"Tante Killa?
"Apa kabar cantik?" tanya bunda Agatha yang ternyata Killa... Iya mamah angkatnya Syifa.
Agatha mengerutkan dahinya bingung, "kalian udah saling kenal?". Killa mengangguk lalu memeluk Prilly dengan lembut. "April ini temannya Syifa. Oiya Syifa apa kabar?"
"Tante ga punya kontak Syifa?"
"Ponsel tante dicopet waktu itu... Jadi bener-bener ga tau kabar dia. Tante juga beberapa bulan ini tinggal bareng Agatha, karena mamah papahnya yang sibuk."
"Jadi Agatha siapanya tante?"
Killa menoleh kearah Agatha, "dia anak adiknya tante. Syifa pasti kenal juga." "Oiya kamu ngapain disini?"
Prilly tersenyum kecil. "Lagi curhat hehe."
"Prilly lagi berjuang buat sembuhin Ali, bun." sahut Agatha membuat Killa menoleh kearahnya. "Ali yang pasien kamu itu?" Agatha mengangguk.
"Kamu siapanya si Ali itu?" tanya Killa pada Prilly.
Prilly diam. "Mantannya bunnnn."
"Hubungan kamu sama Alex gimana?" pertanyaan itu lolos dari mulut Killa membuat kedua gadis disampingnya serentak memberikan ekspresi yang berbeda. Agatha yang menggerutkan dahinya, juga Prilly yang menggaruk tengkuknya bingung.
"Ali itu Alex, tante." ujar Prilly.
"Jadi pasien kamu itu Alex, Tha?"
Agatha menatap Prilly lalu mengangguk karena ia juga tidak tahu. Saat itu Resi memperkenalkannya sebagai Ali saja.
"Kamu sama Alex kan udah lama pacaran. Gampang kalau kaya gitu."
Lagi, keduanya memberikan ekspresi berbeda karena pernyataan yang terlontar dari mulut Killa. Prilly yang mengerutkan dahinya bingung dan Agatha yang mulai berfikir, barang kali ada sesuatu yang dia tahu tapi tidak terfikirkan olehnya.
Killa terkekeh kecil. "Kamu ajak Alex keliling tempat yang pernah ada kenangan indah kalian. Ya tante tau Alex ga hilang ingatan. Tapi siapa tau dia bisa ngelupain 1 hal itu."
"Emang bisa ya bun?"
"Dicoba aja. Sekalian ajak mengenang juga."
Prilly tersenyum kecil lalu mengangguk-anggukan kepalannya mengerti. Mungkin bisa dicoba? Bukankah tidak ada perjuangan yang mengkhianati hasil?. Prilly akan berjuang, karena ini cerita "Perjuangan Kita" apaan sih ga nyambung yang nulis:v
-----
Prilly bergegas dengan baju kesukaannya semasa dengan Ali dulu. Tak lupa rambut yang digerai agar terlihat seperti Prillynya Ali.
Hari ini Prilly akan menjemput Ali, gadis itu akan mencoba caranya Killa. Berhasil atau tidak Prilly harap ini berhasil.
Duduk menunggu didalam mobil lalu tak lama keluarlah Ali dengan Agatha. Ali dibantu masuk oleh Agatha dan supirnya Prilly.
"Tenang Li, dia Prilly cantik." Ali menghembuskan nafasnya lalu tersenyum kecil pada Prilly.
Duduk bersampingan dengan keheningan membuat Prilly kesal dan menoleh untuk menatap Ali. Namun ketika ditatap ternyata laki-laki itu sedang memejamkan matanya. Entah tertidur, mengantuk atau tidak mau menatap Prilly.
"Kita mau kemana?" tanya Ali tanpa membuka pejaman matanya. Prilly tersenyum getir lalu menjawab, "sekolah. Kamu pasti rindu sekolah kan?"
"Ngapain kita kesekolah?"
"Main aja."
Ali mengangguk lalu membuka pejamannya dan segera menoleh kearah jendela mobil. Prilly hanya mampu tersenyum.
-----
"Ali, inget ga ini tempat apa?"
"Ingetlah, kan aku ga hilang ingatan." sahut Ali dengan mata yang sibuk menelusuri seisi kantin.
Kejadian-kejadian masalalu mulai mengganggu keduanya. Mereka sama-sama tersenyum kala kenangan yang menurut mereka indah terputar.
Prilly meninggalkan kantin dengan air mata yang sudah meluncur indah. Jujur ia malah merindukan Bani. "Ban, gue rindu."
Sementara Ali masih duduk diam disalah satu meja kantin. Jangan bertanya ada siapa dikantin karena semuanya kosong, tidak ada siapa-siapa... Yaiya sekolah libur, karena Corona belum kelar.
"Li, ayok." Ali mengangguk lalu mulai mengikuti Prilly yang sudah pasti mengajaknya kearah lapangan.
Prilly berdiri ditengah-tengah lapangan, membiarkan panas matahari menerpanya. Setelah menyalakan sound orang-orang gaduh dan orang-orang tertawa Prilly tersenyum kecil.
"Alex, kamu mau ga jadi pacar aku?"
Ali terdiam mendengar lontaran itu, sementara Prilly makin melebarkan senyumnya. Ia berharap usahanya berhasil.
Karena tinggal hanya sisa 4 hari... OKE 4 HARI.
dipercepat ah males:v
"Prill, aku mau pulang." gumam Ali membuat Prilly tersenyum kecut dan mengangguk pasrah.
Keduanya berjalan kearah mobil dan mulai duduk tenang.
"Besok kita main lagi ketempat lain ya Li?" Ali menoleh sebentar untuk tersenyum lalu mengangguk. Prilly ikut tersenyum dan mulai menyederkan kepalanya pada bahu Ali. "Sebentar aja, aku cape."
....
A/N: Alur sengaja dipercepat... Karena pusing ama sekolah jd males mikir lagiiii.
Double Up!
Thnx.
Tinggalkan jejak yak... Insyaallah up secepatnya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Struggle [END]
CasualeEnd! Mengandung sedikit kekerasan, Ada beberapa kata kotor di beberapa part, Konflik ringan dan tidak mengandung bawang bombai. "Aku berjuang untukmu!" "Dan aku pernah berjuang untukmu juga." "Kita adalah pejuang cinta diwaktu yang tidak sama." ...
![Our Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/223295276-64-k324033.jpg)