MDH 51

1.1K 56 13
                                        

Vote+komen!

💜Happy Reading💜

***
"Jadi hari ini kamu gak masuk kerja Vin?" Tuan Ratore menghentikan acara makannya menatap Gavin.

"Izin bolos ya Pa? Sehari aja, Gavin pengen ngajak Kenzo sama Alin jalan-jalan keluar, kasihan udah lama mereka gak Gavin ajak main keluar, Kenzo juga butuh pengetahuan untuk dunia luar, biar imajinasi dan daya pikirnya enggak mampet di rumah ini aja, 'kan dia masih kecil Pa," jelas Gavin seraya memangku Kenzo yang tidak bisa diam itu.

"Yasudah bawa saja, tapi jangan lama-lama, bisa kangen Papa sama Kenzo," balas Tuan Ratore mengelus rambut hitam Kenzo.

"Wahh makasih Pa, yaudah Gavin bawa Kenzo ke dalam dulu, ayo Al!" Gavin beranjak dari duduknya diikuti oleh Alin dari belakang.

Tuan Ratore hanya mengangguk kecil dengan seuntai senyum di bibirnya.

"Semakin lama Gavin semakin bisa bersikap dewasa, Papa semakin bangga sama kamu Vin. Terimakasih atas kebahagiaan yang telah kamu berikan untuk Papa, terutama dengan hadirnya Kenzo di rumah ini," gumam Tuan Ratore menatap Gavin juga Alin yang sudah menjauh itu.

***
"Daddd ... Daddd!!" teriak Kenzo menarik-narik baju Gavin. Saat ini Gavin memang sudah berada di dalam sebuah Mall yang cukup besar.

"Apa sayang?" tanya Gavin menatap wajah tampan Kenzo.

"Uuuhhh!!" Kenzo menunjuk toko mainan yang membuatnya penasaran.

"Oh Kenzo mau kesana?" tanya Gavin lagi.

"Naa Dadd!" jawab Kenzo menganggukkan kepalanya.

"Pinter ih anak Daddy. Yaudah kita ke sana ya? Mom, kayaknya Kenzo mau ke toko mainan yang di sana deh, yuk kita ke sana?" ajak Gavin seraya berjalan menggendong Kenzo, sedangkan Alin hanya membuntuti Gavin dari belakang.

"Uuhh Daddd, uuhh!!" Kenzo menunjuk mainan robot-robotan yang memang sengaja dihidupkan dan dikeluarkan dari kotak mainannya. Robot-robotan itu bisa berjalan sendiri dan mengeluarkan suara yang membuat Kenzo menyukainya.

"Oh mau robot-robotan? 'Kan di rumah udah banyak sayang, masa mau robot-robotan lagi?" Gavin memandang wajah Kenzo dan mengajak bicara bayi berusia 6 bulan itu.

"Uhhh tututu Dadd ... uhh!!" Kenzo menggelengkan kepalanya seraya terus menunjuk robot-robotan tersebut.

"Udah ambil aja Dad, nanti nangis lho kalau gak dibeliin. Kayak yang gak tahu anak kamu aja." Alin tersenyum menyentuh pipi Kenzo.

"Iya pasti Daddy beliin lah Mom, yaudah kita ambil ya?" Gavin menatap Kenzo dan segera berjalan menghampiri si penjual mainan-mainan tersebut.

Kenzo terlihat sangat senang, dia menepuk-nepuk tangannya sambil mulutnya tak henti mengeluarkan celotehan-celotehan ria.

"Daddd ... Mommm uh!" Kenzo menarik baju Gavin dan melirik Alin, pipinya mengembung sedangkan tangannya menunjuk mainan-mainan yang sangat banyak itu.

"Wahh ... kayaknya bakal ngeborong lagi deh Mom," sindir Gavin melihat tingkah buah hatinya itu.

"Hahaha, iya Dad, kamu sih kebiasaan suka manjain Kenzo, jadi kayak gini deh dia," balas Alin tertawa kecil.

"Tapi gak papa deh, selama Daddy bisa pasti Daddy lakuin, muachh Daddy sayang Kenzo." Gavin mengecup kening Kenzo sekilas kemudian segera menuruti apa yang diinginkan oleh buah hatinya itu.

***
"Oh jadi Alin benar-benar sudah bahagia sama adik lo Van, gue jadi ikut senang lihatnya." Daniel tersenyum melihat Alin bersama Gavin dan buah hatinya dari arah kejauhan. Entah sedang apa dia disana, yang pasti Daniel tidak sengaja melihat Alin sampai-sampai dia terus memperhatikan Alin dan mengikutinya.

My Devil Husband (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang