MDH 27

2K 83 7
                                        

Vote+komen!

💜Happy Reading💜

***
Melihat tubuh Istrinya ambruk di depan matanya tanpa babibu lagi Gavin langsung menangkap tubuh Alin agar tidak jatuh ke lantai. Gavin tampak begitu panik melihat istrinya tiba-tiba pingsan seperti itu.

"Al, Al kamu kenapa sayang?Bangun Al, jangan buat aku khawatir," ujar Gavin menepuk pipi Alin pelan agar mau bangun.

"Sayang ayo bangun," ujar Gavin lagi sambil terus menepuk-nepukkan telapak tangannya di pipi Alin.

"Ma...maaf, saya gak bermaksud membuat istri anda pingsan seperti ini. Saya cuma mau mengantarkan kue ini untuk keluarga anda, tapi tiba-tiba saja istri anda langsung pingsan saat melihat saya," Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang dari tadi berdiri mematung di ambang pintu.

Gavin menoleh kearah pemuda tersebut yang langsung membuat kedua bola matanya hampir keluar dari tempatnya.

"De...De...Devan?" kaget Gavin menunjuk kearah seseorang tersebut yang wajahnya sangat sama persis dengan Devan. Bahkan bukan hanya wajah, tapi perawakan dan kulit juga mata sipitnya pun sangat sama persis dengan Devan.

Namun pemuda itu malah menengok kearah belakang. Dia mencari siapa yang dimaksud Gavin dengan nama Devan itu.

"Ma...maaf, Ma...maksud anda saya?" heran pemuda itu menunjuk dirinya sendiri karena dia tidak melihat siapa-siapa di rumah tersebut selain dirinya.

"Enggak, elo pasti bukan Devan. Elo pasti bukan Devan, Devan udah mati, MATI!" Gavin seolah tidak mau mempercayai dengan apa yang dia lihat di depan matanya itu. Dia menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin kalau yang di depannya itu Devan, sedangkan Gavin tau sendiri kalau Devan itu sudah meninggal.

Ma...maaf, nama saya memang bukan Devan.
Saya David, saya tinggal di sebelah rumah anda, pagi ini saya baru pindahan, dan saya datang ke sini hanya ingin memberikan sedikit Cake untuk anda dan istri anda. Anggap saja buat perkenalan supaya kita bisa bertetangga dengan baik," jelas pemuda yang ternyata bernama David itu.  Dia menyodorkan sekotak Cake yang dibawanya dari tadi. Rupanya David itu adalah tetangga yang baru saja pindah di kompleks tempat Gavin tinggal.

Gavin masih cengo mendengar penjelasan David. Dia masih tidak percaya juga kalau ada orang yang bisa sangat begitu mirip dengan Devan. Padahal dia tau sendiri kalau Devan tidak memiliki saudara kembar atau saudara lainnya selain dirinya sendiri.

"Kalau begitu saya permisi dulu, semoga anda suka dengan Cake buatan istri saya ini.
Dan kita bisa menjadi tetangga yang baik," ujar David lagi yang berhasil membuat Gavin terbuyar dari lamunannya.

"Eh, i...iya, makasih," balas Gavin gugup. Gavin tersenyum kemudian segera pergi meninggalkan rumah Gavin menuju rumahnya di sebelah. Sementara Gavin masih dibuat bingung dengan sosok David itu.

"Kenapa wajahnya mirip banget sama David? Gak mungkin kan kalau David hidup lagi? Ahh... Tapi dia bukan Devan. Devan udah mati dan gue lihat sendiri gimana proses pemakaman Devan dulu," Gavin meyakinkan dirinya sendiri yang sedari tadi diliputi keraguan. Dia pun segera mengangkat tubuh Alin yang masih belum sadarkan diri itu menuju kamarnya di lantai atas.

***
Alin mengarjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya. Dia menatap kearah sekeliling ruangan yang ternyata kamarnya.

My Devil Husband (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang