Hari H

1.9K 104 23
                                        

Adakah yang nungguin??


Jangan lupa vote, komen, follow, dan share!!!

Dukungan dari kalian akan sangat membantu semangat penulis dalam melanjutkan cerita :)

Happy reading!!

***

Suasana SMA Galaksi saat ini terbilang semrawut dengan dimulainya acara perayaan ulang tahun sekolah. Hampir seluruh siswa-siswi bahkan guru dan karyawan sibuk menyambut hari ini.

Tak terkecuali Asya yang sekarang berada di koperasi sekolah untuk membeli gunting yang tadi diperlukan oleh kelasnya. Sebenarnya kelas Asya sudah memiliki gunting, tapi di saat seperti ini gunting tersebut hilang entah kemana.

"Mbak Asya!"

Asya menoleh ketika seorang guru memanggil namanya. Beliau adalah Bu Yanti, wali kelasnya sendiri. Dengan sopan, Asya berjalan ke arah Bu Yanti yang juga tengah berada di dalam koperasi.

"Iya Bu! Ada apa ya?"

"Kamu kuat nggak kalo Ibu suruh bawa kardus ini?" tanya Bu Yanti dengan suara lembutnya. Bu Yanti merupakan salah satu guru favorit Asya dan teman satu kelasnya. Selain karena beliau merupakan wali kelas, sikap ramah dan penyayang yang ditunjukkan oleh beliau ketika mengajar bahasa Inggris juga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak XI B.

Asya menatap sekerdus air mineral kemasan gelas di hadapannya. Kalau cuma segitu, Asya sih masih kuat karena beratnya tidak seberapa. "Oh, bisa Bu!"

"Yasudah! Kamu tolong bawa ke kelas ya, buat bareng-bareng."

Asya tersenyum ramah, "Iya Bu!" Gunting yang tadi dibelinya diletakkan di atas kardus. Ia kemudian membungkukkan badan untuk mengangkat kardus tersebut. Menurutnya ini cukup ringan. Mungkin karena ia masih berada di tempat, belum bergerak sama sekali.

"Terimakasih Bu!" Setelah mendapat anggukan kepala dari Bu Yanti, Asya mulai melangkahkan kaki menuju ke kelasnya.

Bersyukur karena semenjak ia putus dari Gavin, orang-orang mulai mengabaikannya kembali. Jadi Asya tidak perlu repot-repot menahan risih ditatap sana-sini. Asya juga sudah tidak diusik oleh Lia dan kedua temannya lagi.

Mungkin karena memang niat Lia mengganggu Asya adalah karena Asya memiliki hubungan dengan Gavin. Dan sekarang karena Asya sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Gavin, Lia juga berhenti mengganggunya.

Asya hampir saja tersungkur ke lantai karena menginjak sesuatu. Gadis itu menoleh ke bawah, memperhatikan benda di sekitar sepatunya. Ia menghela napas jengah setelah melihat bahwa ikatan tali sepatunya terlepas. "Ish... ganggu banget deh," gumamnya bersiap untuk membungkuk dan meletakkan kardus yang dibawanya.

Namun belum sempat Asya membungkuk, seseorang datang ke arahnya dan berjongkok tepat di depan kakinya.

Asya terdiam melihat orang ini. Menyaksikan langsung bagaimana ikatan tali sepatunya yang semula terlepas sudah terikat kembali. Padahal ia tidak melakukan apapun.

Gavin berdiri dari tempatnya. Cowok itu menatap sekilas Asya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Berhenti pada simpul yang baru saja ia ikatkan di sepatu Asya. "Untung nggak jatuh."

Asya langsung menunduk menghindari tatapan Gavin ketika cowok itu mendongakkan kepalanya. Sekarang tangannya mulai lemas karena terlalu lama memegang sekerdus air mineral kemasan gelas. Ditambah lagi dengan kemunculan Gavin yang membuat jantungnya berdetak kencang, efeknya sampai pada kaki yang kini juga sudah lemas.

GAVINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang