Bab 74. tidak ada pilihan

2K 263 18
                                        

 Aku muntah akan adengan yang di tampilkan itu. Gill mencoba menutup mata ku. mayat mayat yang berada di dasar Danau, semuanya di bunuh dengan sadis. Ekspresi yang mereka berikan benar benar membuat ku takut dan mual. Kebanyakan dari mereka mati dengan mata melotot dan luka di leher.

Apa alasan Mentari melakukan hal ini?

"Setiap penyihir memiliki bakat mereka sendiri" ucap Austin.

"dan bayaran mereka sendiri" sambung Alexsa.

"Bola dari Langit dan Meteor, akan memberikan kalian bakat mereka dan bayaran atas bakat itu, akan kalian tanggung" ujar Austin

"Hanya kalian saja yang bisa membunuh Mentari" ujar Alexsa.

"Jadi kalian datang kesini, hanya untuk meminta kami melawan Mentari?" ujar Gill.

"Iya" jawab Alexsa.

"Jika kami menolak?" tanya Gill.

"Semuanya akan mati secara perlahan" cicit Austin.

"Siapa yang mati?" tanya Gill.

Aku menyingkirkan tangan Gill dari mata ku. Ekspresi dari Austin dan Alexsa sangat tidak baik. Mereka berdua menatap satu sama lain ragu untuk mengungkapkannya. Gill di sisi lain menunggu jawaban dari mereka.

"Apa motif dari Mentari?" Tanya Gill lagi.

"I-itu-, belum sempat Autin menjawab Alexsa menyikutnya sambil menggelengkan kepala.

Mata Gill menajam, tidak menyukai akan sikap Alexsa. Gill menghela nafas, "Tidak ada alasan bagi kami untuk membunuh Mentari" ujar Gill.

"Di-dia..." ujar Alexsa mencoba mengatakannya, "dia sudah hampir mendapat seluruh bakat sihir, jika dia mendapatkan seluruhnya maka, semuanya bisa masuk ke dalam-"

"Lalu?" ujar Gill.

"Lalu semuanya bisa hilang"

"Kukira kalian akan mengatakan semuanya akan mati, tapi apa yang hilang?" tanya Gill.

Alexsa melihat ke Gill, lalu melihat ke bawah. Serasa di introgasi. Suasana mencekam bisa di ceklis sekarang. yang kurang cuman korban doang. Pelakunya sudah siap tersedia.

"orang orang" ujar Austin membantu Alexsa.

"Maksud kalian?" tanya Gill.

Aku menghela nafas, ini memang membingungkan untuk ku. mengapa Mentari melakukan ini semua? Dan apa hanya kami saja yang bisa melakukannya?

"setelah Bulan terbenam dalam Danau, peperangan terjadi diantara penyihir melawan Mentari. Sayangnya saat mereka masuk ke Dimensi buku yang di buat Bulan, semuanya tidak berhasil, dan bakat para penyihir tersebut tertanam di dimensi Arangi" Ujar Alexsa

"Langit berhasil membuat celah dengan menciptakan dimensi Arangi, dengan membuat segel didalam buku, dan Mentari tidak bisa masuk ke dalam nya. sayang nya..." ujar Austin menatap diriku.

"Apa?" tanya ku, bingung.

Austin berdengus, "Kak Diana membawa salah satu antek nya ke dalam sana"

Iya juga, aku bawa Claris ke dalam sana, "jadi?"

"Ya, dia berhasil membawa beberapa bakat sihir ke Mentari, aku tidak tahu sihir apa yang dia berikan ke Mentari"ujar Austin.

"Mengapa kau tidak tahu?" tanya ku.

"Claris adalah pecahan dari Bintang, jadi walau aku dan Alexsa mengikutinya itu seperti 10.000 banding 1" ujar Austin.

Alexsa mengangguk, "Bintang sudah memecah dirinya sangat banyak, jadi sangat susah menemukan yang tepat"

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang