"Lupakan saja" ucap ku. Hector terlihat bingung, tapi dengan cepat dia mengangguk.
Aku menghela nafas melihat orang orang yang datang menjenguk ku. Eri tidak berbicara sama sekali, lalu Ray auranya makin menyesak kan. Hanya Hector yang duduk di samping diri ku, berkata, "mengapa kamar ini menjadi sangat sunyi?"
Aku menggelengkan kepala, tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut. Pikiran aku sedang melayang ke prasasti yang aku baca di bangunan kuno itu, apa itu benar atau tidak, tapi tidak mungkin ada orang yang datang ke sini dengan berniat menuliskan hal itu dalam bangunan juga.
Apa aku pergi mencari sang petualang saja? menurut prasasti itu ada kemungkinan sang petualang masih hidup. Bagaimana aku bisa mengetahui bahwa dia sang petualang atau tidak, wajahnya saja aku tidak tahu. Lagipula jika langsung menggali informasi di kerajaan langsung itu tidak bagus, aku takut Claris dan Ray makin curiga. Atau lebih baik aku membuka portal untuk gadis penjelajah? Apa dia orang baik?
Atau lebih baik aku mengambil raga aku terlebih dahulu? Aku memerlukan bantuan Eri jika aku ingin mengambil raga ku. Lalu bagaimana dengan Raga Tiara? Apa Tiara akan mati saat aku keluar dari tubuh nya? dan tubuh ku sendiri apa bisa mengeluarkan sihir? Jika pada umumnya orang orang yang datang ke dimensi lain akan mendapatkan kekuatan mereka yang cukup luar biasa, tapi kasus diriku cukup berbeda, tubuh dan jiwa ku yang terpisah saat masuk ke dalam dunia ini.
Lagipula jika aku kembali ke raga aku sendiri, hanya Claris yang dapat tahu bahwa itu aku. Tidak ada yang tahu selain Claris, itu hanya akan membahayakan diriku.
Jika pun aku ingin membuka portal untuk gadis penjelajah maka aku harus ke kediaman Helder, kedua pelayan itu pasti masih hidup, mereka lah yang mengenal Tiara lebih daripada keluarga Helder itu sendiri.
Apa aku menyusup saja di sana, aku hanya ingat sama samar akan lokasi itu, sudah lebih dari 7 tahun aku tidak melihat kediaman itu lagi. lebih baik menyusup ke kediaman Helder seperti nya.
"Diana?"
Aku terkejut saat wajah Kak Nicholas di depan ku. Sejak kapan dia di depan ku?
"Kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya nya
Aku menggangguk. Aku kembali melihat sekeliling, dimana Eri, Ray dan Hector?
"Mereka sudah pulang, dari tadi kau hanya mengganguk saja." ujar Kak Nicholas.
"ahhhh, jadi begitu" ucapku singkat. Sepertinya aku sungguh tenggelam dalam pikiran ku.
Tangan ku di tahan oleh Kak Nicholas, "Kamu sudah memakan seluruh kuku mu, nanti kau bisa terluka"
Saat aku melihat tangan ku, itu memang benar, kuku ku sudah habis ku gigit. Dengan perlahan aku menaruh kembali tangan ku. Kak Nicholas tersenyum sambil mengelus kepala ku.
"kau belum menjawab pertanyaan aku tadi, apa yang sedang kau pikirkan, Diana?"
Aku menggeleng, "bukan masalah apa apa, hanya memikirkan soal familiar ku"
Kak Nicholas mengeluarkan obat oles, dia memberikannya padaku, "Kuharap ini bisa membantu, familiar ku juga suka terluka saat berlatih"
Aku tersenyum, "terima kasih"
Oh iya! Ada satu lagi, tempat tanpa ujung! Dimana aku bisa menemukan petunjuk lainnya tanpa harus menyeludup atau meminta pertolongan Eri!
Tempat tanpa ujung, berjalan mengikuti phoenix Itu hanya ada di kerajaan Mahina. Kak Nicholas berasal dari sana. Apa aku bisa meminta bantuannya? Mungkin meminta nya untuk mengundang ku untuk berliburan ke sana.
"Kak Nicholas" panggil ku.
"Iya?"
"Kak Nicholas dari kerajaan Mahina kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
