Untuk kali ini aku berharap, indra penciuman ku salah. Sayang nya indra penciuman ku masih bekerja dengan baik.
Kak Gill di belakang ku, aku tidak bisa membalik badan ku karena di peluk oleh nya. Hembusan nafas nya dapat terasa di leherku.
"Diana" suara lembut nya menyebut nama ku.
Ada yang tidak beres, pikirku. Suara lembut itu seperti menandakan bahwa malapetaka akan datang. Ngeri.
Aku menelan saliva dengan susah payah.
Tangan nya berpindah dari perut ke tangan ku. Dia memegang jari jari ku yang lukanya masih belum sembuh sempura. Dia menekan luka itu. Aku hanya bisa meringis. Sihir kegelapan nya sudah bersiap di sekeliling area. Jalan keluar ku sudah di tutup.
"Apa kau memiliki penjelasan?" suara lembut itu terdengar seperti ancaman.
Penjelasan apa ya tuhan?
"Aku benci orang yang pembohong dan pembangkang, Diana~" luka di jari jari ku terbuka kembali, dan mengeluarkan darah.
Aku hanya bisa menahan rasa sakit itu sambil mengutuk kesialan yang menimpa ku.
Di angkat nya tangan ku ke dekat wajahnya, dia menjilat darah yang keluar, mengecup nya, dan menggigitnya.
"Diana, bahan bahan itu untuk apa?" tanya dia dengan suara itu lagi.
Bukan kah dia sudah mendengar nya dari awal? sampai dia tahu tentang bahan bahan. Aku memilih diam, menunggu apa yang dia mau.
"Aku tahu, kau tadi berbohong dengan 'ayah', 'hadiah' apa yang akan kau buat huh?"
Aku merasa diriku ada kriminal, ah..tidak bukan kriminal, tapi otak dari segala kejahatan entah apa yang bisa membahayakan ribuan nyawa. Padahal hanya ramuan penumbuh tanaman biar lebih cepat tumbuh.
"Kau tahu, 'ayah' lebih mempercayai ku daripada dirimu, ku yakin tadi 'ayah' sudah tahu kau berbohong"
"Jadi?"
"Lebih baik, kau katakan apa yang akan kau lakukan dengan bahan bahan itu?"
Aku menghela nafas, resep itu dia dapatkan di dimensi arangi jadi kemungkinan resep ini terlarang sangat besar.
"Aku tidak membuat barang berbahaya"
"Kau bahkan memerlukan serbuk peri dan air mata naga"
Aku mencoba membebaskan diriku, dari pelukan Kak Gill.
"Memangnya bahan itu berbahaya?"
Kak Gill terdiam. "Kau tidak tahu?" tanya Kak Gill ragu.
Aku menggeleng.
"Biasanya ramuan yang menggunakan bahan itu memiliki efek 'ledakan' yang besar"
Ledakan? Ya kali aku buat bom!!
Buat bom itu pakai bubuk mesiu, atau air dengan api. Belajar Kimia nggak sih?
Ha....
Ya sudahlah daripada salah paham berlangsung lama, lebih baik putuskan jujur saja.
"Aku hanya mau membuat ramuan penumbuh tanaman biar cepat, Jo dan Robert akan memberiku Dimpuff, kau tahu itu kan?"
Kak Gill mengangguk.
"Tanaman itu susah di tumbuhkan, jadi aku putuskan untuk menumbuhkan Dimpuff lebih cepat"
"Darimana kau mendapatkannya?"
"Mendapatkan apa?"
"Resep nya"
"..."
"Diana"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasíasaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
