Hening mengiringi ruangan ini, sejak aku mengucapkan hal itu, tidak ada satu patah kata pun yang tercipta. Seakan akan aku baru saja mengucapkan kata terlarang. Dan aku yang mengucapkan hal itu hanya menutup mata ku dengan sedikit mengintip. Tidak ada pergerakan dari Kak Gill dalam waktu yang cukup lama. Aku yang bingung menurunkan mulai menurunkan tangan ku.
"Kak Gill?" panggil ku.
Tidak ada jawaban. Hmmm, apa itu sangat menyeramkan sampai dia berpikir sangat keras?
Aku menenguk air liur ku, ku tarik semua oksigen yang ada.
"Kak Gil, menyerah?" tanya ku. Jika dia menyerah maka aku bisa buat permintaan. Untuk tidak di bunuh tentunya.
Kak Gill tersenyum, "Tentu tidak, sudah seharusnya ku katakan bukan?"
Aku tertegun. Siapkan mental! Apa pun itu siapkan untuk melihat sedikit pintu kematian.
Kak Gill menghela nafas, kemudian tersenyum. Dia pun berjalan mendekati ku. Di dekatkan wajah nya ke wajah ku. Aku yang reflek langsung mencoba menutup wajahku dengan tangan. Kak Gill mendorong tangan ku kebelakang yang secara otomatis tubuhku ikutan jatuh. Aku pun menutup mataku, takut melihat tatapan Kak Gill yang semakin tajam dan posisi seperti ini, sangat berbahaya! Jantung ku berpacu dengan cepat, kurasa aku mau menangis.
Aku nggak kuat, mau menyerah, liat pintu kematiannya lain kali aja dehhh. Huaaaa
Aku menutup mata ku dengan erat, nggak mau liattt. Nggak mau.
"Pfff- Hahahahaha" Kak Gill tertawa.
"Kak Gill!" teriak ku, hampir menangis.
Kak Gill masih tersenyum melihat reaksi ku. Aku mencoba menenangkan hati dan pikiran ku. Ini kacauu!
Susah banget buat di tenangkan! Apa lagi detak jantung, padahal udah tegang tegang nya. malah ketawa, apa yang lucu sih!
"Kau takut?" tanya Kak Gill.
"Iya lah, masa nggak takut pas mau di bu-ups.." aku menutup mulut ku.
"di bu-?, di bunuh? Itu maksud mu?"
Aku menundukkan kepala. Mampus!
Suasana mulai menjadi dingin. Aku mulai meraba raba sekeliling ku, siapa tahu ada selimut.
"Diana" panggil nya. aku mencoba untuk menghindari kontak mata.
Kak Gill menghela nafas, "Kau tahu, aku tidak sebodoh itu"
"Maksud mu?" tanya ku.
"aku sudah tahu sejak lama, jadi-
"Jadi?"
Kak Gill memeluk ku dari belakang, aku yang kaget ingin menghindar tapi dia sauh menahan ku.
"Jadi, aku tidak ada niatan seperti itu" bisiknya di telinga ku, "Bahkan saat kita pertama kali bertemu, hal itu tidak ada terlintas di pikiran ku" lanjut nya.
Aku tidak menjawab apa pun, aku bingung.
"Kau takut akan diriku , aku tahu" ujar nya.
Itu memang benar. Tapi siapa yang mau dekat dengan orang psikopat? Orang pasti lari? Bukan gitu ya? anggap aja kalian tahu dia pembunuh, apa kalian berani? Dan kalian melihat nya lebih dari 2 kali, tatapan pembunuh itu saat membunuh. Lalu anggap aja kalian tahu teman kalian seorang 'pelacur' apa kalian akan dekat dengan dia? Entah kalian dekat tapi menjelekan di belakang, atau kalian menatap dirinya dengan tatapan jijik, bahkan satu keluarga nya di anggap menjijikan, bukan kah begitu?
Seperti, ' kalian tahu nggak sih, dia itu udah tidur 4 kali ama cowok itu, cewek kok murahan'
'ngapai lo temen ama cewe macam dia sih? Lo tahu nggak sih dia itu have sex ama om om, nyokap nya aja kek gitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
