Bab 42. Kacau

2.8K 424 13
                                        

Ini situasi yang cukup bisa memojokkan diriku. Aku benci situasi ini. Semuanya salah Ray!

"Maaf tuan, kami ingin meneliti Dimpuff yang ada di dalam rumah kaca ini. Tapi, gadis ini mendorong kami keluar" ujar salah satu orang melirik diriku yang berdiri di pintu.

"Mereka seenak menyentuh barang barang yang ada di dalam, aku tidak menyukai nya" dengus ku.

"kami disini hanya mempelajari cara Tuan dalam menumbuhkan Dimpuff yang sangat spectakuler itu"

Ayah mengangkat tangan nya, meminta kami untuk diam, "Seperti nya ada salah disini, yang menumbuhkan Dimpuff adalah putri ku, yang sedang berdiri di depan pintu"

"Diana, rupanya kau disini" Hector datang dengan pengawal nya.

"Pangeran"

Semua orang menunduk hormat ke Hector. Kecuali aku.

"apa ada terjadi sesuatu disini?" tanya Hector yang melihat keramaian terjadi.

"Hanya sebuah kesalahpahaman" ujar Ray, memberi kode untuk para dokter itu pergi.

Aku menatap tajam ke Ray.

"Maaf kami membuat keributan, Tuan Glorify" Ray mengundurkan diri.

Ayah berjalan mendekati ku, "Apa Dimpuff nya baik baik saja?"

"Aku kurang yakin, aku mengecek nya nanti," ujar ku

"Baguslah kalau begitu, tanaman itu tidak boleh mati sampai tahun depan, kalau bisa selama nya" ujar Ayah

"Ayah, aku membutuhkan sesuatu untuk membuat Dimpuff bisa bertahan di musim dingin"

"Jelaskan"

Aku memulai menjelaskan tentang perapian untuk rumah kaca, aku menginginkan perapian itu portable, mencegah pembangunan di dalam, yang di butuhkan ialah hawa panas atau uap. Selain itu, jika di lihat dari ukuran rumah kaca sepertinya aku membutuhkan 5 perapian, dengan ukuran 80cm (tinggi), 90 cm (lebar) dan 100 cm (panjang) dengan catatan cerobong nya di usahakan cukup panjang supaya asap tidak memenuhi rumah kaca.

"Baiklah, nanti ayah akan meminta orang untuk membuat nya, ayah juga akan meminta stock kayu lebih banyak" ujar ayah mengelus kepala ku, tak lupa aku mengucapkan terima kasih.

"Perapian untuk apa?" tanya Hector yang entah kapan di samping ku.

"Supaya Dimpuff tidak mati saat musim dingin" ujar ku.

"Kau menyegel nya?" ujar Hector memegang pintu rumah kaca.

"Mau masuk?" tawar ku.

"boleh?"

Aku tersenyum, mengangguk, "Aku harus mengecek Dimpuff juga, siapa tahu mereka menyentuh hal yang berbahaya"

Aku membuka segel, mengijinkan Hector dan pengawalnya untuk masuk.

Pengawal Hector sangat pendiam, sebelas duabelas dengan Apollo. Wajahnya terlihat serius. Usianya mungkin lebih tua dari Kak Gill.

Hector terlihat kagum saat masuk, "Aku tidak menyangka sudah sebanyak ini"

"Ini baru saja di tanam" ujar ku.

Hector mengekor ku, tak jarang dia menyentuh barang barang yang membuatku ingin memarahi nya. Sungguh dia jahil. Sempat sempatnya dia melempar tanah ke dress ku, tentu aku membalas nya tapi di halang oleh pengawal nya.

Pengawalnya menatap ku dengan tatapan tajam, walau Hector mencoba membela ku tapi tatapan tajam itu tidak berkurang sedikit pun.

Sesuai dengan dugaan ku, para dokter itu mengacaukan dan menghancurkan rumah kaca, mereka ada menarik Dimpuff dari pot. Padahal baru aku tanam. Lalu ada yang di siram dengan entah apa. Dengan terpaksa aku mengangkat pot itu, menjauhkannya dari yang lain dan melihat apa yang akan terjadi.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang