Bab 83 sekiranya

1.2K 199 10
                                        

Kami bersembunyi diantara pohon, prajurit prajurit datang tanpa henti, jumlah mereka semakin bertambah.

"Sepertinya dia menggunakan buku itu untuk mengeluarkan prajurit" ujar Batu.

"Apa ada cara untuk menghentikannya?" tanya Gill.

Batu menggeleng, "sayang nya, aku belum menemukan caranya", Aku menghela kecewa. Jika seperti ini terus, ini mah babak belur sebelum bertarung. Aku mengigit kuku ku, siapa tahu ketemu sebuah ide.

"Jangan" Gill menghentikan tangan ku, sambil menggeleng.

Aku menghela nafas lagi, pasti ada cara. Pasti.

"Semua ini, apakah pecahan Bintang?" tanya Gill ke Batu.

Batu melihat ke prajurit prajurit tersebut, dan mengangguk, "benar, sepertinya kita bisa melakukan sesuatu"

"Kalau begitu, kita hanya perlu menemukan kepala lainnya" ujar Gill serius.

Kepala lainnya, benar juga, Inti Bintang telah tersebar di beberapa orang, jika bisa menemukan semuanya, seharusnya prajurit sebanyak ini tidak akan menjadi masalah. Berarti salah satu kepalanya adalah ayah Ray, bagaimana dengan yang lain?

Batu dan Gill melihat ke diriku. Sekarang hanya aku yang bisa menunjuk orang orang yang memiliki Inti Bintang tersebut.

"Batu, apa yang harus di lakukan, membunuh mereka atau bagaimana?" tanya ku.

"Kita harus mengumpulkan mereka, di satu tempat, tapi kita harus menghilangkan sihir pengendali dari Mentari" tutur Batu.

Aku mengangguk, "kurasa yang sulit adalah menghilangkan sihir pengendali Mentari? Lagipula, dengan orang sebanyak ini, apa kita akan mengecheck mereka satu demi satu?"

"Ada kemungkinan Mentari hanya mengeluarkan pecahan nya saja, tidak dengan Intinya tapi dia bisa menggunakan hal itu juga" Tutur Gill.

"Hal itu juga?" tanya ku bingung.

"Lupa kan itu tidak penting... hanya perhitungan ku saja" ujar Gill menggengam bola orange

"Bukan kah itu sangat tidak menguntungkan kita?" ujar ku. apa ada kemungkinan kita masuk ke buku itu lagi?

Batu melihat diriku, "Sepertinya, kau harus mengeluarkan mereka jika hal itu terjadi Trisha"

Aku menunjuk diriku sendiri, "Kau yakin?"

Batu mengangguk, "Kita perlu merebut buku itu saja, dengan kekuatan Bulan seharusnya kau bisa mengeluarkan sisa nya"

Aku menelah ludah ku dengan kasar, merebut buku itu dari Mentari, mimpi buruk macam apa ini? tidak ada jalan lain, aku harus menjalankan semua hal itu, hidup atau mati, itu belakangan.

"Lebih baik, kita bisa sedikit menghilang" ujar Gill.

"Oh! Kau benar" ujar ku, baru menyadari prajurit prajurit tersebut bergerak kemari.

Dengan sedikit sihir, kami berada di bayangan, Gill berjalan dengan baik disini, tidak dengan diriku yang masih memerluhkan sihir cahaya untuk melihat, Batu berjalan di belakang ku.

Sesekali aku mendongkak kepala ku ke atas, berharap melihat seseorang dengan rantai dan wajah yang hitam, tentu di bantu Gill untuk memastikan bahwa itu benar rantai, karena di dalam bayangan sangat susah untuk melihat wajah hitam itu.

"Lebih baik kita tidak terlalu dekat dengan Mentari" pesan Gill. aku mengangguk.

Kepala ku terasa pusing melihat ini semua, seragam mereka sama, dan aku tidak tahu berapa lama aku di sini.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang