Bab 58. Puzzle?

2.7K 366 34
                                        

Kak Gill langsung menatap ke Kak Nicholas, merasa suasana tidak enak, aku mendorong Kak Gill untuk pergi sambil meminta maaf akan sikap Kak Gill yang aneh tadi. Saat sampai di kereta tidak ada perbincangan terjadi, aku pun takut untuk berbicara. Aura Kak Gill menakutkan. Sihir kegelapannya bergerak liar di sekitar tubuhnya. Kereta kuda pun bergerak. 'aduh, gimana ke tempat Claris nih?'

"Diana" panggil Kak Gill.

Aku langsung menaikkan kepala ku, "I-iya?" sambil meneguk saliva ku. 'ini ada apa ya? apa aku ada buat kesalahan?'

Kak Gill menghela nafas nya, "Lain kali, menghindarlah dari dia"

'apa maksud nya Kak Nicholas?' pikirku ragu

"Kak Ni-

Tatapan tajam Kak Gill sudah menunjukan semuanya. Sepertinya Kak Gill punya dendam tersembunyi atau memang Kak Nicholas itu bukan orang baik baik. Eh, tapi tunggu dulu, Kak gill itu psikopat. Coba aku berpikir sebagai psikopat.

"apa yang kau lakukan?" tanya Kak Gill, yang melihat gerakan berpikir ku.

"Berpikir menjadi orang lain" ujar ku.

"Siapa?"

"Bisakah kau tidak menganggu diriku dulu?, ini sangat susah" ucap ku kesal. 'berpikir seperti psikopat itu susah' gerutu ku.

Masih sibuk dengan berpikir seperti psikopat, aku tidak menyadari Kak Gill di sebelah ku. Dengan bodohnya saat aku menemukan jawaban atas sikap Kak Gill, kepala aku membentur kepala Kak Gill.

'pasti gue bakal di bunuh!' pikir ku. Tapi aneh nya yang terjadi terbalik?

"Kau tidak apa apa Diana?" tanya Kak Gill.

Aku menggeleng, ' apa ini tanda tanda dunia kiamat?'.

"Sini, biar ku lihat" ujar Kak Gill, memengang kepala ku.

Apa dia sedang mengukur diameter kepala ku? Untuk di pajang di perapian? Atau mau di makan?

Dia mengangkat tangan kanan nya dan mengelus kepala ku dengan lembut. 'apa ini? sumpah ini apaan??' pikiran aku menjadi makin kacau.

"sudah tidak sakit?" tanya Kak Gill. Dengan otomatis aku mengangguk.

"Bagus" ujar Kak Gill dengan senyuman nya yang lembut. Aku terkejut akan hal itu, ini pertama kali nya melihat senyuman sejenis ini yang di wajah Kak Gill. Apa psikopat punya kemampuan seperti ini? mengubah senyuman dalam sesekali.

"Kau tahu, untuk besok dan seterusnya kita tidak perlu duduk saling berjauhan, Kak Gill menarik diriku sampai tubuh kami saling menyentuh satu sama lain, lebih tepat nya seperti berpelukan satu sisi, "ku dengar jalanan di depan sedang di perbaiki, jadi jangan bergerak" bisik nya.

Otak ku yang sudah hilang fungsinya membuat aku memeluk Kak Gill juga. Entah apa yang aku takut kan, padahal cuman jalan jelek tapi aku memeluk Kak Gill dengan posisi hampir berbaring ini, rasa nya aneh. Jalanan mulai membuat kereta kuda kami tidak stabil, tapi kami tidak bergeser dari posisi kami, malahan pelukan makin terasa erat, menjaga satu sama lain. Mata ku mulai terasa berat dan tak butuh waktu lama untuk ku tertidur, sebelum tertidur aku dapat samar samar merasakan rasa hangat di dahi.

Rupanya aku dibawa ke dimensi Arangi, tapi kali ini ada yang aneh, rak rak buku mulai bergerak dengan sendirinya, lubang cahaya juga membesar. Ruangan gelap berubah menjadi ruang terang yang kosong, semua nya putih bersih, aku bisa melihat pantulan diriku dari lantainya.

Rambut hitam gelombang, seragam putih abu abu ku yang masih menempel. Iya, ini diriku. Cukup aneh melihat sosok diri yang lama. Tiap hari saat aku melihat cermin, wajah Tiara lah yang ada.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang