Bab 34. mengobati

3K 467 5
                                        

Aku meranjak ke tempat Zero, tidak jauh memang, tapi diriku masih tertatih tatih. Zero masih tidak sadarkan diri, entah apa yang salah.

'Dia hanya di tidurkan dengan paksa' ujar wanita di bayangan ku.

Tidur dengan paksa?

'pusatkan sihir cahaya mu, dan dia akan bebas'

Aku mengangguk, melakukan sesuai dengan perkataan wanita itu.

Perlahan mata Zero terbuka "No-Nona?" ucap Zero dengan lemas.

Zero kembali ke bentuk manusia nya, matanya mencoba beradaptasi dengan cahaya di ruangan bawah tanah ini

"Mengapa kita disini?" tanya Zero.

'salah satu orang tadi akan masuk'

Gila! Mereka mau masuk lagi?

Aku pun mengaktifkan sihir kegelapan [ Illusion], dan sihir angin [Silent].

Aku menkodekan Zero untuk diam. Langkah kaki dengan santainya mengetuk lantai batu, dan berhenti saat di depan tempat ku, dia pelayan yang Zero gigit. Entah mengapa aku merasa dia sangat seram saat ini, dengan senyum yang dia berikan kepada ilusi yang ku buat.

Dia tidak dengan tangan kosong, dia membawa sesuatu dalam kotak.

'manusia memang menjijikan'

Ha? Apa maksud mu?

'dia membawa sebuah air yang bisa melelehkan daging'

Mataku dengan otomatisnya membesar, melelehkan daging? Kau yakin?

'tentu saja'

Aku menenguk salivaku dengan berat.

Pelayan itu kemudian membuka kotak itu dan menumpahkan air.

Air itu seperti lendir dengan warna kuning dan bau yang tajam, seperti zat asam.

Lendir itu perlahan mengalir menuju diriku dan Zero. Pelayan itu tertawa dengan gembira.

Nggak bisa seperti ini!

[teleport]

Aku memindahkan kami ke taman masih di dalam kediaman Glorify. Tempat ini gelap, dan jarang pengawal berjalan ke sini karena mereka memilih untuk berjaga di pagar atau di dekat rumah.

"Nona...dia?"

"Ayah, meminta diri kita di masukan ke ruang bawah tanah dan menghukum kita di situ" ujarku walau suara ku sudah parau.

Zero menatap ku,"Nona..." Zero mengulurkan tangan nya ke wajahku.

"Aku akan melanjutkan penyembuhan untuk mu Zero" ujarku

Zero menggelengkan kepalanya.

"Bisakah kita ke kamar nona dahulu?"

Jujur aku kaget akan perkataan Zero, ke kamar ku? Bagaimana jika Kak Gill sudah di dalam situ? Aku mana bisa kabur, lalu kalau Kak Gill mengatakan kepada ayah...Aku menggelengkan kepala ku, entah hukuman macam apa yang akan di berikan.

"Jangan takut nona," bujuk Zero.

Aku ragu

'lebih baik ikuti saja mau pelayan mu itu, dia akan menjelaskan sesuatu padamu'

Kau yakin?

'tentu'

Aku menghela nafas, menyiapkan semua skenario yang mungkin bisa lebih buruk.

[teleport]

Kami sudah di dalam kamar ku, untung tidak ada Kak Gill.

"Nona..." Zero mencoba berdiri sendiri.
Aku pun membiarkan Zero berdiri sendiri.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang