Bab 62. menjadi tawanan

2.2K 320 10
                                        

"Mereka mengincar Ibu ku?" tanya ku

Pria itu mengangguk, "kekuatan ibu mu berbeda dari kekuatan orang orang yang pernah masuk ke dunia ini."

"Bagaimana bisa berbeda?"

Pria itu menghela nafas, seperti pertanyaan ku cukup berat dia jawab, " pada umumnya, orang orang yang masuk ke dunia novel diberi kekuatan yang besar karena itulah impian mereka, dan sang penyihir bisa melakukannya, dia pun mengabulkan keinginan mereka. Itulah bagaimana kontrak nya tercipta"

"tapi, bukannya ada dari mereka yang hanya jiwa mereka saja pindah ke tubuh tokoh novel? Apa itu juga menjadi kontrak?"

Pria itu mengangguk, "Justru mereka lah yang paling terikat"

"Mengapa?"

"mereka yang hanya datang dengan jiwa, tubuh yang mereka gunakan merupakan dari sang penyihir. Sedangkan tubuh mereka ada kemungkinan sudah tidak ada atau paling parah hancur karena kecelakaan. Mereka yang masih menginginkan hidup, mereka yang tidak terima akan kematian mereka, itulah jiwa yang penyihir masukan ke sini"

"kontrak apa yang mengikat mereka?"

"perlahan lahan mereka akan melupakan dunia mereka lalu terjerumus ke dalam dunia novel, dan menghabiskan akhir hayat mereka disini. Waktu di novel berbeda dengan dunia nyata."

Aku kaget, "Berbeda? Jadi aku tidak hilang 9 tahun?" tanya ku

"Benar, buktinya diriku sudah hidup 17.000 tahun, waktu ku sudah terikat dengan waktu ibu mu"

"Jadi mereka-

Pria itu mengelus kepala ku, "Mereka hanya di beri kesenangan sementara dengan pertualangan dan cinta yang mereka mimpikan, dan setelah itu jiwa mereka dimakan oleh penyihir." Pria itu mengeluarkan sebuah topeng berwarna hitam dengan simbol bulan yang berwarna putih, "pakailah topeng ini, dan jangan khawatir, ayah akan membantu dirimu untuk kembali"

"Ayah?" cicitku, aku tak tahu suara ku kedengaran apa tidak, tapi dia mengelusku dan mengangguk.

"Untuk sekarang kita hanya menunggu waktu sihir nya melemah" ayah mengulurkan tangannya, ku gapai tangan itu.

"kapan?"

"Saat bulan berubah menjadi merah"

"Apa ayah tidak mau bertemu dengan ibu?" tanyaku. Gerak dia berhenti sebentar, "Seandainya aku bisa, tapi ayah mu ini hanya salah satu boneka penyihir. Cukup susah bagi ayah untuk melawan penyihir"

"ahh, jadi begitu" ujarku memakai topeng yang di berikan.

"Jangan khawatir soal identitas mu nanti, karena aku sudah berjaga jaga bahwa kau akan ke sini lagi. jadi aku sudah membuat cerita untuk mu, kamu adalah anak ku yang sakit sakitan dan baru sembuh kemarin atas kebaikan hati dewa, ah apa ibu mu sudah menamai mu?"

"Ah, Trisha, itu nama ku"

Ayah langsung memeluk ku, "Bagus, baguslah" ujarnya, mencium kening ku beberapa kali.

Digengamnya tangan ku, dan dia membawa ku ke sebuah desa. Desa yang unik menurut ku, semua nya menggunakan topeng. Lalu ada gunung es yang sangat tinggi yang benar benar 100% terbuat dari es.

"Ah, jadi dia putri mu yang sakit itu?" sapa salah seorang penduduk.

"Iya, dia sudah sembuh jadi aku membawa nya berjalan jalan" ujar ayah.

Penduduk itu tertawa, "Kalau begitu kamu harus sering membaca buku untuk membantu putri mu"

"Ha ha sangat lucu, tapi aku tidak berminat."

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang