Bab 11 bertemu

6.5K 718 24
                                        

Hai semua ^^

Bingung mau ngomong apa, anyway, Ria harap kalian masih stay tune Uwu

Kalau ada typo di bilang ya, biar di benerin XD.

Kuy mulai.

Setelah itu, entah berapa desa yang kami lewati. Melewati hari hari dengan makan buah hutan dan ikan.

Beberapa hari yang lalu, Emerald menyarankan untuk langsung menempati suatu desa. Tapi aku dengan kepala batuku menolak semua desa yang kami lewati, lalu Kak Gill mengatakan bahwa kami sudah cukup jauh dari panti asuhan, apa mereka berdua berkomplot?

Mau tak mau, aku pun mengatakan mereka tipe ideal tempat tinggal menurutku yaitu, sepi, kecil, terasingkan, tidak di perbatasan, dan yang paling utama orang orang nya ramah.

Dan mereka berdua setuju dan mulai mencari tipe tempat ideal ku. Bisa di bilang ini sudah hari ke 5 setelah percakapan itu.

Kami masih belum menemukannya.

Desa pertama aku tolak karena ada orang botak galak.

Desa kedua aku tolak karena banyak cewe jelalatan, bukan tempat bagus untuk berkembang.

Desa keempat aku tolak karena terlalu banyak ksatria.

Dan desa desa kecil lainnya aku tolak dengan alasan lain.

Aku bisa melihat raut wajah Kak Gill yang cukup kesal. Bagus deh, kalau dia mau turun duluan ya udah, aku mah fine fine aja.

Hutan demi hutan kami lewati, kali ini aku melihat desa, aku yakin mereka akan memaksaku untuk menerima desa baru ini!

Emerald kemudian mencoba turun ke hutan yang dekat dari desa tersebut.

"Mari kita lihat apa lagi yang bisa kau tolak" ujar Kak Gill.

Aku mengalihkan pandangan aku dari psikopat itu dan memeluk Apollo.

Emerald kemudian berubah menjadi manusia

"Ayo!"

Aku dapat mencium aroma roti dari tempat itu,aku rindu makanan manusia.

Kak Gill melihat sekitar desa "tidak ada yang botak, perempuan yang berpakaian minim, ksatria, bau busuk, terlalu banyak bunga, terlalu banyak buah, terlalu ribut, dan macamnya"

Emerald mengangguk. Sedangkan Apollo, hanya dia di pihak ku.

Aku bergaya berpikir. Hmmm, saat aku perhatikan desa ini memang damai, semuanya kelihatan ramah, simple, sederhana, dan aman.

"Bagaimana?" tanya Emerald dengan mata penuh harapan.

Ha, apa aku bisa buat alasan lagi ya?

"Jika kau membuat alasan yang tidak masuk akal, maka jangan harap aku akan tenang" ujar Kak Gill dengan sorotan mata tajam.

Aku meneguk saliva, mau bagaimana lagi? Sepertinya aku harus menerimanya.

Aku pun mengangguk.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang