Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada Hector. Aku mengigit kuku ku. Hector menatap ke diriku.
"Diana?"
Aku langsung mengeluarkan senyum ku, "jangan terlalu khawatir, itu bukan kutukan mu dulu, hanya hal yang tidak berbahaya? Kurasa?"
"Begitu kah?" tanya Hector.
Aku mengangguk, walau agak ragu.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ujar ku dengan cepat keluar dari ruangan itu.
Di luar aku bertemu dengan Ruby dan Eri. Mereka seperti menunggu ku.
"Jadi, apa yang terjadi?" tanya Eri.
Aku bingung, maksud mereka apa? Ruby terlihat melihat ke arah ku dengan tatapan senang, aku melihat nya dari matanya. Ada yang tidak beres.
"Ya, hanya di lihat ada luka atau tidak, aku cukup dekat dengan ledakan tadi" ujarku.
Eri ber-oh-ria. Ruby tetap tersenyum.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ujar ku.
"Diana, tunggu!!"
Aku menghentikan langkah ku. Eri memberi ku surat, "Datang ya" ujar Eri.
Aku mengangguk. Mencoba mengingat kejadian di novel. Oh ya! Pesta teh yang di adakan keluarga Miller atas nilai sihir Eri!
Pasti ini undangan nya. Tapi, mengapa Ruby terlihat agak bahagia tadi? Apa aku datang? Lebih baik tidak.
Aku menunggu Kak Gill di dalam kereta kuda. Rasanya pengap karena sudah siang. Ku putuskan untuk menggunakan sihir angin ku untuk mendinginkan kereta kuda ini.
Saat pintu kereta terbuka, Kak Gill terlihat kelelahan. Ku putuskan untuk tidak mengucapkan apa pun selama di kereta kuda. Walau aku penasaran apa Kak Gill tahu pelakunya? Secara Kak Gill bisa melacak pengguna sihir kegelapan.
Di rumah, aku bermain dengan si kembar. Bermain dengan mereka memang membuat ku bisa melupakan masalah sebelum nya. Ibu juga disini ikut bermain dengan si kembar. Setelah lelah bermain, si kembar tertidur. Kami pun memindahkan si kembar kembali ke kamar mereka.
Ibu memanggil diriku dan meminta ku untuk bersiap siap berangkat. Aku pun mengikutinya.
Ku pilih dress hijau pastel dengan pita pita yang menghiasi. Ku atur rambut ku terikat dengan menusuk bunga Noiva. Kulihat diri ku di cermin, kurasa ada kurang yaitu bibir ku, aku pun memilih memoles nya dengan lipstik pink. Sempurna.
Aku pergi ke tempat Ibu. Ibu juga memoles diri nya, dengan dress kuning, rambutnya di kepang ke samping. Sangat elegan.
Saat ibu melihat diriku, mata nya terlihat terkejut, tapi dengan cepat dia tersenyum dan menganggap semuanya normal.
"Ibu kita mau kemana?" tanya ku, penasaran. Apa jangan jangan ibu mengajak ku ke pesta Eri?
Ibu tersenyum, "Kita ke tempat teman Ibu, dia sedang berulang tahun"
Syukur bukan tempat Eri.
"Apa disana ramai?"
Ibu menggeleng.
Ok fix, bisa aku pergi.
Kami pun pergi. Tak perlu waktu yang lama untuk sampai ke rumah teman ibu. Saat kami menginjakkan kaki ke dalam rumah tersebut, banyak pelayan yang menyambut.
"Sudah lama tidak bertemu dengan diri mu Rose" suara yang terdengar mengelegar dari atas tangga. Wanita itu memiliki badan yang besar tapi tampak stylis menurut ku. Dia berjalan turun menyambut kami.
Kami dibawa nya ke ruang teh. Bukannya kita ke tempat ulang tahun? Atau kita datang ke awalan ya?
"Jadi ini putri mu itu?"
Aku yang merasa di sebut, membalas dengan senyuman. Lalu melihat ke kiri kanan.
Pesta nya mana ya? Mungkin kecil kecilan kali ya?
"Bunga Noiva? Ini pertama kali saya melihat nya, sangat cantik sekali. Mengapa kamu tidak bilang kalau putri mu memiliki bunga Noiva?"
"Aku baru saja melihatnya hari ini" ujar Ibu.
Wanita itu mengangguk, "Kalau begitu, putri mu harus mendapatkan sesuatu yang lebih special lagi"
Ha? Apa? Mengapa rasanya ada yang tidak nyambung?
Beberapa pelayan tiba tiba sudah di sekeliling ku. Aku langsung menatap ke Ibu, tapi ibu membalas tatapan heran ku dengan senyuman seperti mengisyaratkan 'selamat berjuang'.
Para pelayan itu membawaku, ke lantai atas, membuka semua pakaian. Belum sempat aku protes mereka langsung memandikan ku. Rasanya sangat aneh dan memalukan. Karena di mandikan oleh orang lain.
Aku merasa mengikuti perawatan. Dari mandi kembang lalu pijat relaksasi lalu pemolesan kuku, maskeran dan sebagainya.
Saat aku melihat ke cermin, wajahku glowing. Mereka mulai mendandani diriku dan memasang closet? kroset? Atau apa pun itu, yang jelas itu sakit pake banget. Rasanya napas ku tertahan, aku sesak nafas pakai ini. Mau bungkuk susah juga.
Mereka membawa dress biru yang mekar sempurna. Biru nya seperti langit saat siang dan saat melihat ke bawah warna biru nya berganti menjadi langit malam, dengan dekorasi berupa bintang bintang dan bulan. Rambut ku mereka ikat menyamping dengan hiasan bintang.
Dress ini sangat mengangumkan kecuali satu hal yaitu berat nya dress ini. Di tambah dengan kroset? Closet? Yang buat sesak nafas lah pokoknya.
"Bagaimana menurut mu Rose?"
"Sangat cantik, tidak salah aku memilih tempat ini"
Aku memandang ke arah ibu, meminta penjelasan. Tapi bukannya mendapatkan penjelasan malah aku langsung di bawa pergi ke suatu tempat lagi.
"Ibu, kita mau kemana?" tanya ku mulai merasa tak nyaman. Apalagi sekarang bukan siang lagi tapi sudah malam.
Aku berharap bukan tempat yang ramai dan memiliki banyak bangsawan apalagi kalau Ayah Hector datang. Aku akan langsung mengibarkan bendera putih.
Ibu sama sekali tidak merespon pertanyaan ku. Bunga Noiva yang tadi di rambut ku sekarang berada di tangan Ibu.
Aku hanya bisa mendengus tidak suka.
Kereta kuda berhenti, sepertinya kami sudah sampai di tempat itu.
Seorang pelayan membuka pintu, kami pun keluar.
Aku ingin mengibarkan bendera putih.
Ramai!
Siapa yang ultah sih? Ratu?
Ibu menarik tangan ku. Pintu raksasa pun terbuka lebar. Suara musik yang mula mula nya terdengar semu sekarang terdengar makin lantang.
"Lady Diana Glorify dan Duchess Rosemary Glorify" teriak seseorang di sebelah pintu.
Semua tatapan mata ke arah kami bahkan mereka sampai berhenti berbicara. Aku coba melihat lihat apakah ada orang yang ku kenal. Rupanya si kembar, ayah dan Kak Gill sudah di sini bahkan ada Ruby yang menatap diriku dengan tidak suka.
Eri tidak ada disini. Ini juga tidak di jelaskan oleh Novel. Pesta apa ini?
Ibu melepas tangan ku dan semua pria langsung berada di sekeliling ku. Aku bingung harus bersikap seperti apa.
Kulihat Kak Gill mulai berjalan ke arah ku. Tapi seseorang sudah memeluk ku dari belakang, "Kak Nicholas?"
Kak Nicholas tersenyum, "Kau tidak keberatan jika berdansa dengan diri ku bukan?"
Aku menegak saliva secara kasar, kemudian entah mengapa mengangguk.
Bersambung...
Tertanda Tara Myria 🌷
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
