Hari hari terasa lebih hangat. Aku memandang ke perapian yang menyala. Hector dan Ray tertidur di samping ku, ini memang larut malam.
Kami bertiga berencana untuk bertahan hingga esok hari, rencana nya untuk melihat matahari terbit, tapi mereka tidur duluan.
Beberapa pelayan membawa selimut untuk para pangeran itu. Menjaga kehangatan mereka berdua terutama Hector. Sedangkan diriku tetap bertahan.
Hadiah Ray juga sudah di kirim. Dia hanya mengirim ku buku, khusus buku tata krama, etika dan sejenisnya. Ini hadiah apa hukuman?
Hadiah dari Raja dan Ratu paling banyak. Aku nggak tahu isinya tapi pasti banyak yang bisa ku jual.
"Nona, ini coklat panas nya" Zero memberiku gelas.
Aku mengambilnya sambil menggosokkan tangan ku. Setelah itu, dengan teknik menyelinap ku, aku menanamkan diriku di antara Hector dan Ray.
"Dingin" ujar Ray yang masih memejamkan matanya. Aku cekikikan.
Berbeda dengan Ray. Hector malahan langsung memeluk ku seakan akan aku adalah boneka empuk. Untuk dia hanya peluk bagian pinggang, jadi aku masih bisa bergerak.
Aku dengan hati hati menyeruput coklat panas ku, kali ini di tambah marshmallow.
Setiap menyeruputnya, perutku rasanya hangat. Hati ku juga ikut tenang.
Crakkk!!
Itu suara dari luar?
Aku memisahkan diri, meletakkan coklat panas di atas meja, lalu mencoba membuka pintu.
Di depan pintu sudah ada pengawal pribadi Hector dan Ray. Pengawal Hector memiliki rambut biru kehitaman, dengan wajah nya yang datar dan mata yang siap menusuk siapapun yang di lirik nya. Sedangkan pengawal Ray adalah wanita ksatria yang maskulin, persis seperti di novel.
"Hei, kalian dengar itu?" tanya ku.
Mereka tidak menjawab.
Bagus, kutukan pintu masuk tetap berjalan seperti biasa.
Aku pun melangkah keluar, ""Mau kemana?""ujar mereka serempak.
"E- tadi ada suara hanya ingin kesana" ujar ku.
Mereka berdua menatap ku dengan tajam, "jangan keluar, di dalam lah" ujar pengawal Ray. Sedangkan pengawal Hector menatap diriku dengan tajam.
"Ta-pi....
Brakkk!!! Crashhhh!!!
"Mereka sangat berisik" ujar pengawal Hector.
Aku penasaran.
Aku memberanikan diriku melangkah lebih jauh, tapi pengawal Ray melempar ku ke dalam dan menempatkan [seal] di pintu masuk.
Sial!
Beberapa maid dan Zero hanya berdiri diam di dalam. Aku merasa Zero semakin lama semakin seperti pelayan, itu bagus? Kurasa tidak.
Aku menempelkan kuping ku di pintu berharap mendengar sesuatu, tapi seperti nya mereka memasang [lul] jadi aku tidak bisa mendengar apa apun.
Dengan terpaksa aku lanjut ke aktifitas ku yang tadi.
Pantat ku sudah tidak bisa diam, aku penasaran. Walau aku tahu sepertinya ada yang tidak beres. Aku hanya bisa berdoa semoga aman aman saja.
Ruang perapian ini hanya memiliki 1 jendela itupun sudah di pasang [seal] juga. Sisa lubang hanya ada lubang cerobong asap.
Seandainya ini kek novel misteri, biasanya ada jalan rahasia. Kek, tarik gagang lampu atau tarik buku langsung ada jalan ke ruang bawah tanah .
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasiasaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
