Bab 27. protes

3.3K 513 13
                                        

Hai semua ^^
Mulai minggu depan Ria bakal ada UAS, jadi ada kemungkinan pendek ceritanya .

Waktu itu terus bergulir, itulah hal yang aku benci. Bukan tanpa alasan, ini semua salah otakku yang nggak mau di ajak kerja sama.

Tangan ku sekarang banyak perban, karena tidak sengaja aku gigit hingga berdarah.

Semua orang khawatir. Jadi Kak Gill di utus oleh ayahku, untuk berada di samping ku, supaya aku tidak terluka.

Padahal sudah ada Zero, tapi di tambah. Aku lebih mau Apollo saja. Kak Gill menyeramkan. Apalagi pas aku ketahuan gigit jari, wajahnya langsung gelap, lalu pegang tangan yang terluka itu dengan kasar.

Sekarang jadwal Kak Gill disamakan dengan diriku, Dia sama sekali tidak keberatan. Tapi aku keberatan. Sayangnya pendapat aku tidak di terima oleh ayah dan ibu.

Aku hanya bisa mengeluh dalam hati. Kak Gill benar benar mengekor aku kemana pun. Aku hampir tidak memiliki hak privasi! Masa ke wc dia ikutan juga! Wc lohhh, WC...

Aku mengeluarkan mosi tidak percaya kepada ayahku. Aku butuh privasi! Sihir aku udah di blok, masa ke WC nggak boleh sendirian.

Aku sudah menulis surat mosi tidak percaya, dengan Zero dan Kak Gill di sebelahku. Kak Gill melihat tulisan ku dengan heran.

Ok, tulisan aku emang tidak bagus. Nggak usah di liat lekat lekat seperti itu. Lagipula nulisnya pakai bulu ayam plus tinta, tangan gue masih belum terlatih faham?

Aku menyembunyikannya di belakang tubuhku, biar tidak di lihat lekat lekat.

"Diana kamu menggambar?" ujar Zero, Kak Gill melihat diriku dengan lekat.

Aku hanya bisa menatap datar mereka berdua. Sakit, tapi tak berdarah. Sejelek itu ya, tulisan nya?

Aku membalikan badan ku, keluar dari perpustakaan menuju ruang kerja ayah.

Tentu saja, aku di ekori oleh mereka ber dua.

Aku masuk, ayah melihat ku. Dia menghela nafas dan menurunkan bulu ayam itu.

"Ada apa Diana?" tanya ayah, seperti sudah capek bertemu dengan aku terus. Bukan salahku, aku memiliki banyak keluhan, humph.

Aku memberikan ayah kertas tulisan cakar ayam itu. Ayah melihat kertas itu, seperti bingung atas apa yang aku tulis, mau marah tapi nggak bisa.

Aku membuka suara dulu menjelaskan tentang isi dari mosi tidak percaya milikku. Mulai dari masalah WC, tatapan intens, senyuman nggak jelas, tidur berdua, mandi dan memandikan. Pelaku utamanya itu Kak Gill!

Kak Gill tentu mendengar apa yang aku jelaskan ke ayah, "Ayah, kita tidak akan tahu kapan dia akan gigit, ini demi kebaikan Diana" Kak Gill dengan Dalihnya.

Aku tidak terima. Aku merasa sudah di pinangkan, dan suami aku itu Kak Gill, O.G.A.H.!

Aku memasang wajah cemberut, "Ayah, aku sudah cukup besar, mana mungkin aku mau memperlihatkan tubuhku yang akan tumbuh seperti ibu (nanti) kepada Kak Gill. Aku Malu !"

Ayah melihat diriku dan Kak Gill, lalu menghela nafas. Dia juga melihat kertas aku.

"Diana, apa nama kertas ini?"

"Kertas mosi tidak percaya,... Aku tidak percaya ayah memerintahkan Kak Gill mengikuti ku sampai ke tahap yang tidak bisa aku terima!"

Ayah menutup matanya, seperti mencari jalan tengah dalam masalah ini.

"Baiklah, kalau begitu, Gill, ikuti mosi tidak percaya ini"

Yes! Aku menang.

"Tapi ayah, saya tidak bisa mengikuti semuanya"

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang