Bab 84. Mentari

1.5K 215 3
                                        

Aku merasakan seseorang menarik diriku, ku kucek mata ku, rupanya Bintang yang menarik ku, alisnya menurun karena kesal.

"tidak suka" ujar nya.

Aku langsung bangun, "Ada apa?" tanya ku, bingung.

Bintang menunjuk ke Gill, "Tidak boleh peluk pelukan" ujar nya dengan cemberut.

Batu yang masuk berusaha menahan tawa nya. Gill hanya menatap dingin ke Bintang. Dengan eratnya Bintang memeluk ku, "Bleehhhh" ejeknya ke Gill.

"Anak anak sangat menyukai mu" ujar Batu.

Aku menggaruk kepala ku tak gatal, bingung harus menjawab seperti apa.

Bintang masih dengan keras kepalanya, mengikuti diriku kemana pun.

"kurasa dia merasakan sihir Awan di dalam dirimu" bisik Batu.

Sihir Awan, satu satu nya sihir yang bisa kugunakan. Sihir Bulan, aku masih belum bisa menggunakan nya. sihir untuk masuk ke buku, tapi kau akan tertidur, bagaimana bisa aku menggunakannya? Aku tidur saja tidak bisa masuk ke buku. Sihir element masih mending karena butuh imajinasi dan itu mudah. Sedangkan sihir Bulan...tidak ada harapan.

Aku mengenggam buku yang berhasil ku rebut dari Mentari. Buku ini, buku tua yang di simpan orang tua Mentari dan Bulan. Apa istimewanya buku ini? udah usang, lalu bagaimana caranya semua orang itu di dalam sini di panggil dengan mudah nya.

Coba fokus ke buku ini dulu.

Aku menatap buku ini, tidak terjadi perubahan apapun, apa perlu di buka? Coba dulu saja.

"Kakak, lihat apa?" ujar Bintang memeluk diriku dengan manja.

"Buku kosong" ujar ku.

Bintang mencoba mengintip buku kosong itu, melihat dengan membuka matanya dengan lebar, "Aneh, aku merasakan ada diriku di dalam sana" ujar Bintang.

Berarti masih ada orang orang di dalam ini. tapi caranya bagaimana?

Ku remas buku itu, "Bagaimana cara nya?" tanya ku.

Coba ingat ingat lagi, cara Bulan aktifkan sihirnya.

...

...

...

Aku tidak ingat apa apa.

Haaaaaa.....

Otak limited edition aku bekerja dengan baik rupanya. Perlu di upgrade, atau bisa nggak error bentar, biar bisa pecahin masalah ini.

"Lebih baik, bawa Bintang ke rumah itu lagi" ujar Gill.

"Aku tidak mau berpisah dengan Kakak!" Ujar Bintang.

"Bintang, kau lebih baik di sana, nanti yang jahat buat kamu ..kamu..mmm..hilang ingatan lagi" celetuk ku.

Wajah Bintang menunjukan dia tidak menyukai ide itu, aku tahu maksud Gill, Sihir utama Mentari menyebalkan. dengan tidak ada bola orange, kami harus memutar otak lagi.

"Kalau kakak bilang begitu..." ujar Bintang.

Aku langsung memeluk Bintang.

Sesampainya kami di rumah, Austin dan Alexsa datang menyambut kami.

"AAAAHH! Kalian itu aku!" ujar Bintang.

Austin dan Alexsa menunduk, "Hi Bintang" ujar mereka serempak.

"Kalian harus kembali" ujar Bintang.

Austin dan Alexsa melihat satu sama lain. Ragu.

"aku tidak mau tahu, kalian harus kembali, jika tidak kekuatan ku tidak stabil" ujar Bintang.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang