Bab 40. 2 masalah 1 waktu

2.9K 425 8
                                        

Dimpuff masih dalam hidup, hari ini cangkok sudah bisa aku tanam kan. Mungkin ini akan memakan waktu sebentar. Aku berfokus pada tugas ku saat ini. Memperbanyak Dimpuff.

Sudah sebulan lama nya sejak terakhir kali aku bertemu ke dua pangeran tersebut. Daun Dimpuff selalu diambil oleh ayah setiap harinya.

Musim gugur akan datang, aku harus bersiap dengan musim dingin.

Aku sudah bertanya dengan para petani tentang membuat tanaman tetap tumbuh saat musim dingin. Tapi hasil nya nihil. Mungkin pengetahuan saat ini tidak sampai di situ. Aku hanya mengetahui soal tanaman yang bisa bertahan di musim dingin kayak asparagus, pak choi, wortel, daun bawang, bawang bawangan, dan buncis.

Aku hanya bisa melakukan apa yang aku tahu.

Masalah utamanya yaitu, suhu dingin dan sinar matahari.

Kalau mikir musim dingin lalu butuh kehangatan hanya satu yang terpikirkan.

Perapian.

Tapi masih ada selimut dan coklat panas.

"Haaaaa...."

"Nona apa kau tidak apa apa?" Zero membawa Dimpuff untuk di tanam, berjalan mendekati ku.

"Aku tidak apa apa" ujarku dengan senyum.

Tak..

Kak Gill memukulku dengan ranting Dimpuff, "Kau kembali ke kamar"

Aku berdiri menunjukan bahwa aku tidak setuju, tapi kak Gill menggeleng. Terpaksa ke kamar lagi.

Kak Gill, Bella dan Zero. Mereka semua yang membantu ku dalam mengurusi rumah kaca ini. Tapi aku merasa tidak melakukan apapun dengan rumah kaca ini. Paling mengecek air , pupuk, ama tanah nya netral atau enggak. Sisanya, mereka semua.

Aku sering di kamar, duduk membaca buku tapi aku ketiduran di lembar ke 10, lalu makan. Itu adalah jadwal ku dalam waktu dua minggu belakangan ini.

Karena muak akan rutinitas yang monoton itu, aku meminta untuk keluar dari rumah dan bertanya ke petani. Hari ini baru hari ke 3 sejak hari itu. Masih di suruh masuk ke kamar. Menyebalkan.

Tapi tidak apa apa, aku bisa memikirkan soal Dimpuff dan mungkin..kedua pangeran itu.

Aku menyobek kertas dari salah satu buku dan mulai mencoretnya.

"Pertama tama, suhu untuk tanaman Dimpuff itu..."

Berdasarkan termometer yang berhasil ku buat dan uji coba yang ku lakukan terhadap steak batang Dimpuff, itu tidak boleh melewati 150°C dan -20°C.

Untung buat termometer cukup mudah, aku hanya perlu alkohol, kaca yang di bentuk pipet,tinta khusus, dan pewarna. Yang paling lama di tunggu itu kaca nya. Paling tidak hasil nya sesuai harapan.

Akan mudah jika aku tahu tentang menyimpan tenaga matahari. Sayang nya guru nya jarang masuk, walaupun masuk aku juga keluyuran ke kantin belakang.

Dan inilah situasinya, haha. Dasar guru gaji buta! Ah tidak itu bukan guru tapi oknum!

Tapi kalau aku masuk paling aku tidur juga. Ya, walau aku gitu aku tetep ada peringkat.

Fokus Diana, sekarang cara pemecahannya gimana?

Hmmm....

Pasang perapian?

Jika masalahnya hanya suhu berarti bisa pakai perapian. Mungkin juga sesuatu yang bisa menutup tanaman.

Sayang nya disini belum ada plastik. Haaaaa....

Pembuatan plastik itu di luar tangan ku. Nggak minat yang ginian.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang