Tunggu, bagaimana dia tahu? Aku yakin sekali tidak ada benda sihir yang menempel di tubuhku atau di kamar ini.
Ayo cepat pikir alasan yang bagus!
"Kau ingin berbohong?" ujar Kak Gill dengan tatapan tajam.
Deg!
"Apa itu tidak boleh menjadi rahasia?" ujar ku sok imut.
Kak Gill menjatuhkan tubuhku ke kasur, "Tidak boleh" tekan nya.
Gimana nih? Aduh..kenapa dia bisa tahu aku disana sih? Pasti ada yang mata mata, tapi siapa? Haaaa....
Sihir ku udah limited lagi! Mengapa harus hari ini? Mengapa?
"Ah..itu apa, aaa...bisa aku mengatakan lain kali? Kak Gill pasti lelah kan? Lebih baik kita tidur saja" bujuk ku. Semoga berhasil!
Cup.
Satu kecupan.
Ok...
Ahhhh...
Hmmmm...
Tadi...
Anjritt....itu..cipokan...aku...ama..kak Gill???
Ini maksud nya apa ya? Otak respond woiii!!!
Badan ku hanya terdiam. Tidak mengucapkan apapun. Berbeda dengan hati ku yang udah kacau sana sini.
Kak Gill hanya tersenyum, "Besok" ujar nya.
Kak Gill tertidur dengan memeluk ku. Aku tidak bisa tidur.memikirkan maksud ciuman tadi apa? Apa akan ada proses pembuatan bayi? Lalu tadi bilang besok itu maksud nya apa? Aku nggak mau jadi kayak 'ibu', aku takut, kalau hal itu terjadi gimana? Lalu aku harus buat apa?
Jantungku berdetak dengan cepat. Isi kepala ku hanya tentang 'ibu' yang di sana. Aku takut, aku nggak mau. Kepalaku membayangkan tindakan 'ibu' saat melakukan hal itu. Aku sering melihat nya. Aku takut. Aku harus bagaimana? Aku 19 tahun. Tapi ini pertama kali nya aku mendapatkan perlakuan seperti ini. Aku takut. Aku nggak mau. Nanti kalau aku kayak 'ibu', bukan kah pecuma? Apa itu ada di darah ku? Untuk seperti'ibu'? Apa aku akan marah seperti 'ibu'? Apa aku akan tega membunuh anak di perut nanti? Aku tidak mau seperti 'ibu'. Aku tidak mau.
Aku mencoba mengangkat tubuh Kak Gill, tapi pelukannya sangat erat. Aku takut. Aku nggak nyaman.
Sedikit demi sedikit suara burung terdengar. Aku tidak tidur semalaman, karena memikirkan nyawa ku terhitung jari. Tanpa kusadari aku sudah meneteskan air mata.
Kak Gill yang bangun bangun melihat diri ku seperti keheranan.
Pikiran ku semakin tidak karuan. Tanpa ku sadari air mata ku turun makin deras. Aku takut. Aku nggak mau. Jangan rusak masa depan ku. Aku takut.
"Sayang ada apa?" Ibu entah kapan datang. Memeluk ku sambil mengelus kepala ku. Perut nya yang membesar itu memberi jarak antara aku dan Ibu.
Ibu mengecup kening ku, "Apa ada sesuatu?"
"Kak Gill menciumku" ujar ku sambil menangis. Aku takut. Aku nggak mau.
"Tenang lah, Gill hanya menyayangi mu, Diana, tidak ada yang perlu di takutkan, Gill kan kakak mu,".
"Kak Gill kakak ku?" tanya ku.
"Tentu, kau tidak perlu bertanya kan" ujar Ibu mengelus kepala ku.
"Aku tidak akan seperti 'ibu' ku yang di sana kan? Aku nggak akan seperti dia kan?" tanyaku.
"Tentu, kamu nggak akan seperti itu sayang, kau anak baik" ujar Ibu dengan lemah lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasíasaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
