Bab 25. Sakit

3.6K 495 9
                                        

Haiii semuaaaa~

Ada rekomendasi webtoon/ manhwa/manhua nggak?

Pertanyaan di benak ku, siapa?
Hal ini tidak pernah tercantum dalam novel.

Di dalam novel hanya di jelaskan Te Roto menjadi tempat yang menjadi lautan api dan pemeran utama wanita kehilangan orang tuanya, kemudian dia membuat sebuah cahaya yang menandakan dia memiliki sihir 'holy light' sebuah sihir yang sangat istimewa dan cahaya itu bersinar di malam itu.

Authornya pilih kasih, yang lain nggak ada pakai bahasa inggris, yang pemeran utama wanitanya yang dapet bahasa inggris.

Aku juga bisa pakai bahasa inggris.

"Lihat itu" orang itu menunjuk ke seberang danau.

Sepertinya sudah di mulai, holy light.

Dengan sikap mereka seperti ini, seharusnya aku bisa mengambil kesempatan.

[ body strenghtening]
[wind magic leg strenghtening]
[invisible]

Aku berlari, kuharap mereka tidak menyadarinya.

Semua pengawal memandang cahaya yang di hasilkan pemeran utama wanita. Syukurr.

Aku mulai merasakan sihir Apollo yang dekat, melihat kiri kanan. Sepertinya tidak bisa di temukan.

Aku melompat keatas, berharap bisa melihat posisi Apollo.

Aku menemukannya!

Setelah kaki menginjak tanah, aku melaju menuju Apollo, memengang nya dan [Teleport]

"Ini dimana?"

Aku menonaktifkan sihirku.

"Apollo, kau tidak apa apa?"

"Diana?"
Aku langsung memeluk Apollo dengan erat.

Rambut coklatnya, pipinya yang cukup tembem, aroma tubuhnya.

Apollo membalas pelukanku. Itu membuatku cukup tenang.

"Kita jemput Nanala dan Zero dulu ya, habis itu kita pulang"

"Diana, bisa-

"Bisa???"

Apollo menundukan kepalanya. Gelapnya malam dan dinginnya angin,  membuat suasana menjadi serius.

Bibir Apollo bergetar, apa dia kedinginan atau dia susah mengucapkan permintaannya?

"Lain kali saja" ujar Apollo tersenyum.

Aku bingung. Aku harus membawa semua nya pulang dengan SELAMAT!

[Teleport]

Kami menjemput Nanala dan Zero.

Zero memeluk ku dengan erat. Dia menangis.

Nanala dalam keadaan yang tidak bagus, dia tidak sadarkan diri.

Aku mendekati Nanala [Healing], luka luarnya sudah sembuh.

Zero mengendong Nanala. Aku mengangguk, memberi kode untuk bersiap.

[Teleport]

Sesampainya kami di kamarku. Ayah, ibu dan Kak Gill, sudah berada di situ.

"Kalian semua dari mana?" nada yang terdengar tegas dari ayah.

Aku rasa dia marah.

"Diana, jawab ayah"

Aku tidak bisa menatap ayah. Terlalu takut.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang