Hanya aku, wanita itu dan Zero di ruangan ini. Aku tidak bisa berbaring ataupun sekedar menyadarkan tubuhku. Rasa sakit nya masih belum berkurang.
'aroma ini, sudah lama sekali'
Aroma apa?
'aku ingin ke sana'
Pergilah
'kukira kau tidak akan mengijinkan'
Aku tidak memiliki wewenang atas hal itu. Lagipula tidak ada larangan untuk dirimu pergi dari bayanganku.
Wanita itu dengan cepat pergi keluar. Setahu ku yang membuat wanita itu tertarik hanyalah darah.
Apa terjadi pembunuhan?
Kurasa itu sudah pasti. Lebih baik di dalam sini. Aku ingin bisa berbaring, setidaknya aku mau tidur, hari ini sangat melelahkan.
[healing]
[healing]
Aku mencoba mengobati bagian punggung, dengan perlahan aku mencoba membaringkan tubuhku, tidak sakit seperti sebelumnya, bisa di tahan.
Berbaring di kasur ini lagi, tidak berada di ruang gelap itu, tidak di rantai, tidak terluka lagi.
Mata ku terasa berat, mungkin sudah waktunya untuk tidur.
☁️☁️☁️☁️
"KAKAK!!!"
Aku membuka mataku, suara itu sudah lama tidak ku dengar.
"Ada apa sih?" jujur aku masih ingin tidur. Aku menutup telinga ku dengan bantal.
"Dasar kebo! Bangun woi!" Si wahyu kampret! Narik narik bantal orang.
"Berapa lama lagi lo mau tidur di kasur gua, ha?"
"Gini gini aku kakak kamu loh" ujar ku bangun dari tidur
"Aku? Kamu? Sejak kapan lo pakai bahasa kek gitu?"
Wahyu, adik ku, ibu nya sama dengan ku tapi ayah nya beda.
"Entah, sejak kapan kamu disini?" ujarku. Melihat pakainya yang masih berbalut seragam smp.
"Sejak lo di bawa Bang Biru" ujar Wahyu.
Aku dibawa Biru? Apa hal itu terjadi? Kenapa aku di bawa Biru?
"Kak, kan udah gua bilangin, nggak usah di rumah itu lagi, liat! Lo udah luka banyak kek gini"
Luka?
Aku memegang kepala ku, ada perban di situ. Ahhh, Ibu yang mukul.
"Nggak apa apa, ini udah biasa kok"
"BIASA DARI HONGKONG!!" ujar Wahyu tidak setuju.
"Kan Ibu emang biasa kek gini, marah cowo nya lebih ngelirik aku"
"Lo bisa drop pas lo ngomong aku nggak? Jijik gua" ujar Wahyu memasang ekspresi jijik yang di buat buat.
Aku memutar bola mata ku dengan malas, dasar adek laknat!
Aku melihat sekeliling, kamar kos Wahyu, terasa lama sekali rasanya.
"Kak, kan udah gua bilang jangan tinggal di rumah itu lagi, ngotot amat di situ mulu" ujar Wahyu duduk di sebelahku.
"Heh, gini gini a- gue yang besarin lo ya, dari lo keluar dari perut ibu"
"Ibu? Dia bukan ibu Kak, udah sering gua bilang ke lo, dia tu hanya puasin nafsu dia doang"
"Tapi dia yang ngelahirin kita, ingat? Surga di bawah kaki ibu" ujar ku, sungguh malas berdebat dengan Wahyu.
"Emang dia anggap kita sebagai anak nya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantastiksaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
