Bab 15. sihir

4.4K 607 13
                                        

Maaf ya semua baru sempat update...
T^T

Aku menatap Apollo yang sedang tertidur nyenyak, selintas aku kepikiran apa yang akan terjadi jika mereka melihat diriku yang tertidur dalam waktu yang cukup lama. Sedih?

Apa semuanya akan berjalan dengan lancar?

Apa aku bisa bangun sesuai dengan target ku?

Bagaimana semuanya tidak berjalan dengan lancar?

Bagaimana kalau semua yang aku rencanakan itu hancur?

Aku akan mati?

Di setiap cerita mereka yang masuk ke dunia novel ini, melawan semuanya dan mereka bisa bertahan hidup.

Aku tidak sepintar mereka.

Aku mencoba keluarkan diri dari pikiran ini.

Aku menenguhkan bahwa apa yang pilih sudah benar. Tidak ada kata kecewa dalam kamus ku!

Pertama tama aku harus bisa sihir dan

Kak Gill...hmmmmm gimana caranya melatih dia jika aku tidur?

Bisa invite nggak sih dalam mimpi? Kalau bisa, biar gadis itu saja yang mengajarkannya, dia lebih jago dari aku, kan di dunia mimpi bisa ketemuan Kak Gill ama dia.

Tapi, kalau nggak bisa, keknya Kak Gill harus nunggu lebih lama deh.

"Diana?" suara lembut dari Apollo.

Dia sedang melihat diriku dengan secarik kertas di tangan ku.

Aku tersenyum dengan menyembunyikan kertas itu, kembali ke sebelah Apollo.

Apollo mendekatkan dirinya ke diriku, mencari kehangatan.

Aku dapat melihat selintas senyumannya, dia memegang tangan ku.

Rasanya jika aku tidur selama itu, aku akan menyesal, tidak melihat tumbuh dan berkembangnya Apollo? Entahlah.

Tapi aku harus mereparasi sihir ku dahulu. Ya, gara gara nektar itu.

Dan soal Emerald, aku harus bisa melatihnya. Aku tidak tahu akan seberapa susah tapi aku akan mencoba.

Maafkan aku Apollo, aku tidur dulu.

****

"Diana! Ayo kita mulai"

Aku mengangguk.

Dimensi Arangi, tempat berkumpulnya sihir terlarang.

Disini aku hanya bisa melihat rak buku yang menjulang tinggi, dan lantai yang terbuat dari batu. Dengan 1 cahaya yang berada di pusat tempat ini. Yang lain gelap gulita.

"Diana!" ujar gadis itu yang tiba tiba muncul dari belakang rak.

"Ah iya?"

"Kau seperti nya sedih?" ujar gadis itu khawatir.

"Apa sangat kelihatan?" tanya ku.

"Kamu kenapa?"

"A-ku..tidak tahu"

Seketika kesunyian tercipta, tidak ada diantara kami yang berbicara.

Brakkk... Suara buku terjatuh.

"ahh!"

Kami berdua menghadap ke sumber suara. Rupanya itu suara Emerald yang tertimpa buku karena menabrak rak secara tidak sengaja.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang