Bab 65. Dare

2.3K 327 18
                                        

"Trisha!" panggil Ayah.

Aku langsung berdiri, saat ku melangkah ke dalam, Kak Gill menahan tangan ku. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak mengatakan apa apa, dia melepaskan gengaman nya dan berjalan turun. Aku sempat terdiam dan memandang Kak Gill turun.

"Trisha?" tanya Ayah di samping ku.

"Ah! Ayah?" ujar ku linglung.

Ayah memberiku selimut, "Sudah malam, lebih baik kamu tidur"

Aku memengang selimut yang menyelimuti tubuhku, sambil tersenyum aku mengucapkan "Terima kasih ayah"

Dalam malam itu aku berpikir akan keanehan dari Kak Gill. Apa lagi sifatnya malam tadi, sangat mencurigakan. Aku bingung akan pertanyaan yang dia lontarkan, apa dia tidak menyukai adik laki laki? Atau Apollo ada berbuat masalah dengan nya? memang mereka tidak terlalu akrab saat pertama kali bertemu, tapi kurasa itu bukan alasan nya bukan? Ini sangat membingungkan.

Pagi pun hadir kembali tanpa lelah, seperti jadwal biasa aku harus mencuci pakaian kami, sebenarnya ayah melarangku melakukan hal itu, tapi rasanya tidak enak lagipula sekalian mandi kan?. Jadi aku mulai mengumpulkan pakaian nya kotor, perlengkapan mandi dan pakaian ganti. tidak banyak hanya 4 pasang pakaian kotor. Aku memasukan semuanya ke dalam keranjang pakaian barulah aku pergi ke sungai terdekat. Tidak lupa aku memakai topeng.

Saat aku turun dari tangga, banyak orang yang berkumpul pagi pagi di rumah Kak Gill, terutama pada gadis gadis. Aku berjalan pergi sambil menggeleng ngeleng tidak percaya akan hal yang kulihat. Ya, Kak Gill memang populer. Tapi sampai di kerumbungi di pagi hari? Apa mereka tidak ada kerjaan?

Setelah sampai di sungai kecil, aku melihat beberapa pakaian yang terlipat rapi, 'sepertinya ada orang yang mandi di sungai kecil ini, aku harus mencari wilayah lain'. Aku pun mengangkat keranjang itu dan mencari tempat lain. Setelah menemukan tempat yang sepi, aku pun mulai mencuci pakaian, sabun yang ku gunakan masih sangat alami, tidak banyak busa yang tercipta. Setelah selesai mencuci aku berniat mandi.

"Diana?"

Aku menoleh, "Kak GILLLLLL????!!!"

Aku yang kaget tanpa sengaja tercebur ke sungai, Kak Gill berlari mendekati diri ku. Di tariknya diriku dari sungai, "Kau tidak apa apa" Tanya nya yang khawatir . aku yang masih batuk batuk sekarang pengen pingsan, pliss mau pingsan.

Batuk ku masih belum berhenti dengan perlahan lahan Kak Gill menepuk nepuk punggung ku.

Baju ku yang basah dengan baju putih Kak Gill yang basah, perpaduan yang tidak bagus. Aku harus lari!

"Jangan bergerak" ucap nya.

"Tapi-

"Tunggu disini"

Aku terpaksa mengangguk. Tak lama kemudian Kak Gill membawa pakaiannya yang kering, "Pakai ini" aku menggeleng, "Aku ada pakaian ganti, lagipula aku juga blm mandi, eee..Kak Gill bisa pergi dulu nggak?"

"Tambah dengan ini, lebih hangat" ucapnya seperti perintah.

"Terima kasih" ujar ku dengan malu malu mengambil pakaian itu.

Kak Gill pun pergi, aku pun mencoba melihat sekeliling, berharap tidak ada yang di sekitar sini. Tapi disini memang sepi, jarang ada orang, bagaimana Kak Gill bisa ke sini? Oh iya! Kan dia tinggal di sebelah ku, jadi wajar saja dia mandi di sungai ini, kan dekat. Pasti itu alasannya.

Aku mandi dengan tenang, air sungai ini memang sangat dingin. Barulah diriku pusing akan pakaian yang di beri Kak Gill. Jadi ini gimana? Kalau aku hanya pakai pakaian aku, maka ada kemungkinan Kak Gill marah. Lalu gimana caranya pakai pakaian cowo tapi aku masih bisa pakai pakaianku?

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang