Aku dengan penuh harapan menatap Jo.
Dimpuff, tanaman untuk mengobati wabah itu, tanaman ini termasuk langkah, karena susah di budidayakan.
Jo tertawa terbahak-bahak, entah apa yang membuat dia tertawa seperti itu.
"Seharusnya kau meminta kepada Robert, dia baru saja di berikan 5 bibit kecil Dimpuff" ujar Jo sambil menahan perutnya.
Aku langsung putar haluan, dan meminta kepada Robert. Tapi Robert bahkan tidak mau melihat diriku. Oh ayolah.
"Itu bukan mainan" ujar Robert.
Harapan ku terasa pupus.
Jo merangkul ku, mengelus-ngelus kepala ku, seolah dia mengerti perasaanku.
Aku menarik tangan Robert "Aku mohon" bagaimana pun caranya aku harus dapat satu bibit tanaman itu.
Robert memandangku, lalu menggeleng.
"Robert, kau baru saja membiarkan seorang gadis menangis" ujarku.
"gadis? Kau?"
Aku cemberut. Apa ini salah tubuhku yang datar ini?
"Roberttttt" rengek ku. Robert masih tidak bergeming. Menyebalkan.
"Robert, tidak bisakah kau memberikan satu saja kepada teman kita yang malang ini?" bujuk Jo. Aku mengangguk
Jo memang teman terbaik ku.
"sejak kapan kalian berdua satu suara?" ujar Robert.
"Sejak tadi" ujarku. Jo berusaha menahan tawa.
Robert terlihat cukup kesal. Masa bodo, yang penting harus dapat.
"Oh, ayolah Robert, kamu paling tampan disini" rayuku kepada Robert.
"Aku tahu" ujar Robert. Kampr*t.
Aku harus pikirkan cara yang lainnya.
"Mengapa kamu tidak mau memberikannya kepada temanmu ini?"
"Itu bukan mainan"
"Aku tidak mengira itu mainan"
"Aku tidak percaya"
Aku ingin mengajukan pembelaan yang lain tapi rasanya tidak bisa, anak ini cukup keras kepala.
"Ya sudah kalau begitu" ujar ku. Jika aku tidak bisa mendapatkan Dimpuff dari Robert, maka aku harus mencari cara lain.
"Aku akan membantu mu Diana" ujar Jo. Ok, dia teman satu suara dengan ku.
Aku mengajak Jo bersalaman, untuk mencapai yang namanya kesepakatan. Deal. Salaman nya cukup sakit. Jo kelihatan khawatir akan luka di jari ku, tapi aku bilang tidak apa apa, masih bisa ku tahan.
Robert menggelengkan kepala. Padahal itu gara gara dia sendiri.
"Mengapa kamu selalu mendukung Diana?" ujar Robert ke Jo.
"Siapa tahu ada hal yang menarik?, aku cukup bosan sekarang, tidak kah kau sama?" ujar Jo.
Robert menghela nafas, "Aku akan memberikan nya"
Ha? Aku nggak salah dengarkan?
"Beneran?!" ujarku yang tidak percaya.
Robert mengangguk "Tapi, aku hanya akan memberikan kamu satu bibit saja"
Aku mengangguk bahagia, yuhuuuu!
Jo mengelus ngelus kepalaku. Aku sangat bahagia.
Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
