Bab 64. selamat?

2.1K 342 17
                                        

Pelukan terasa semakin erat. Suasana nya seperti rasa sesak yang akhirnya bebas. Matahari dengan malu malu mengintip dari balik awan. Tangan Kak Gill perlahan mengelus kepala ku, tubuh ku seakan tahu kalau diriku harus diam. sedangkan isi kepala ku sekarang sedang kebingungan akan suasana yang timbul kali ini.

Lidah ku kelu, tapi aku tahu kami tidak boleh seperti ini, bagaimana jika ada orang yang melihat? Ini akan terlihat sangat aneh, seorang kak Gill memeluk tawanan nya sendiri dan di dalam rumah kaca. Belum lagi Claris dengan Ray ada disini.

Ku coba beranikan diri ku untuk mengucapkan nama nya, "Ka-, sekali lagi lidah ku kelu. Sebenarnya aku kenapa? Tinggal sebut aja ribett

"Gill" panggil ku dengan suara kecil.

Perlahan pelukan itu memudar, berganti menjadi gengaman tangan yang kuat. Aku mengikuti kemana tangan ku di tarik. Kak Gill membawa ku ke kamar nya. "Tetap disini jangan kemana mana" ujarnya. Aku mengangguk.

Butuh waktu untuk otak ku mencerna semuanya.

Apa yang harus aku lakukan berikutnya? Hmmm

Pura pura kerasukan?

Teleportasi langsung ke tempat ayah?

Pingsan sekali lagi?

Koma sekali lagi?

Kok pilihannya jelek semua sihhh?????

Ayo pikirrrr!

Brakk!

"Kau sedang berpikir apa Diana?" ujar Kak Gill yang baru datang. Aku meneguk saliva dengan kasar.

Mampus!

Aku langsung menggelengkan kepala "Tidak ada apa apa, memang nya aku sedang berpikir apa?" ujarku.

Di tatapnya mata ku dengan intens, rasa gugup mulai masuk ke tubuh ku. Aku pun mencoba menatap hal lain untuk menghindari kontak mata. Kak Gill menghela nafas, berjalan dan duduk di sebelah ku, "Jadi bagaimana hal ini bisa terjadi?" tanya nya.

Aku tidak berani menatap ke arah Kak Gill, pandangan ku sekarang ke vas bunga yang terletak di meja kerja Kak Gill, "Wah, vas itu....eee...itu apa? Eee... Bagus! Iya vas itu bagus!" ujarku.

"Lepaskan topeng mu dulu" ujar Kak Gill, mendekat ke diriku. Dengan kesadaran penuh, Aku menghindar, "Wah ada burung kecil" ujarku langsung berjalan ke jendela.

Jalan ku terhalang oleh Kak Gill yang dengan sigap nya berdiri di depan ku. Aku pun mencari benda lain yang bisa aku lihat di ruangan ini.

"Diana..." panggil Kak Gill.

Aku tidak akan menyaut lagi. tidak akannnn!

Kak Gill langsung mengangkat tubuhku. "Lepas kan!" ujarku mencoba memberontak.

[wind blow] aku mencoba menghempaskan Kak Gill, dengan mudahnya Kak Gill menghentikan itu dengan [shadow shield] nya. terpaksa aku harus menyerah, memang tidak ada harapan. Kalau kami bertarung disini yang ada semuanya akan berkumpul.lebih baik aku diam.

Di buka nya topeng ku, "jelaskan semuanya" ujar Kak Gill. Tatapan mata nya membuat ku tidak tega. Tapi, apa ini benar? Ini bukan tipuan atau sifat manipulative dari psikopat kan? Aku ragu.

Aku mencoba mengigit kuku ku, tapi di tahan Kak Gill, "Kau hanya perlu menjelaskan semuanya Diana" ujar Kak Gill dengan lembut mengelus rambutku.

Di geraknya tangan ku itu ke rahangnya, ku lihat mata nya yang memang meminta penjelasan atas hal ini. aku pun hanya diam. nafas Kak Gill menjadi tidak teratur, mata nya mulai berair.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang