"Aku ingin keluar" ucap Hector.
Beberapa pelayan langsung menyediakan mantel dan selimut, untuk melindungi Hector dari rasa dingin.
"Diana, temani diriku" ujar Hector, itu terdengar seperti perintah.
Saat kami di taman, Hector memandang pepohonan yang sudah gundul. Sesekali mengatakan, "ini musim dingin?"
Aku tidak tahu apa yang dirasakan Hector. Apa dia senang? Bahagia? Haru? Aku tidak tahu soal nya wajahnya tidak menunjukan apa apa.
Setelah puas melihat pohon gundul, aku membawa Hector ke ruang perapian. Pelayan kerajaan sudah siap di situ, memberi Hector coklat panas, untung nya aku kebagian.
Saat Hector menerima coklat panas di depan perapian, dia melamun dan mengeluarkan air mata, "ini sungguh musim dingin" gumam nya.
"Kau tidak apa apa Hector?" tanya ku.
Hector menjawab ku dengan senyumannya.
Pelayan yang di ruangan ini ikut menyekat ujung mata nya. Seolah olah mereka bersedih atau haru? Entahlah tapi kurasa mereka pasti ikut bahagia. Maksudku Hector sudah sembuh, btw Ray mana ya?
Aku tidak melihatnya sedari tadi.
"Diana kau tidak mau kue nya? Apa memang tidak perlu kue saat seperti ini?" tanya Hector.
Aku menggeleng, "Aku tidak melihat Ray, kukira dia akan menunggu mu disini" ujar ku mengambil kue yang tersedia.
"Dia pasti melaporkan soal ini" ujar Hector sembari menyeruput coklat panas nya
"Ohhhhh...."
Kalau Ray lapor ke istana bukannya lama ya? Jadi Hector bakal disini lebih lama.
Aku mulai memakan kue nya, enak banget. Pelayan istana memang bagus banget.
"suka?"
Aku mengangguk,"Enak"
Di ruang perapian emang enak di habisin dengan teman dekat. Di luar ruang perapian aku dapat mendengar suara langkah kaki yang banyak dan cukup berisik.
"Sepertinya orangtuaku akan datang" ucap Hector.
Saat aku mendengarnya, aku tersedak coklat panas.
Orangtua Hector? Itu berarti Raja ama Ratu dong? Mati, tata krama aku udah bagus nggak ya?
"Diana, kau tidak apa apa?" tanya Hector khawatir.
Aku menggeleng sambil tersenyum.
"Hector!" seorang wanita berlari memeluk Hector.
Wanita itu memiliki manik mata hijau, dengan rambut lurus, dia tampak elegan dengan dress ungu nya.
Wanita itu memeluk Hector sangat erat, dan dia mengeluarkan air mata.
"Ibunda.." Hector membalas pelukan nya.
Hector sangat di sayangi, syukurlah dia sembuh, kayaknya ending aku bisa di tawar deh. Happy for all is the best.
Ruangan ini serasa memiliki rasa hangat yang baru, dengan kehadiran dari Ibu Hector.
Senangnya~
Tapi aku merasakan hal lain di belakang ku, bau nya busuk dengan hawa dingin yang dapat menembus kulit, aku pun melihat ke belakang.
Gelap.
Aku tidak bisa melihat wajahnya.
Rantai rantai di sekujur tubuhnya berwarna merah. Rantai itu memiliki duri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
