Adam tertawa dengan lantang akan malapetaka yang dibuatnya untuk diri ku. Aku memanyunkan bibir ku sebal. Atas perkataannya tadi pagi, sekarang Wahyu tidak meninggalkan diriku dalam 5 langkah. Padahal aku mau kabur ke rumah, liat kondisi ibu, dan sekarang aku tidak bisa, lihat! Wahyu dan teropong nya. Belum lagi Gill juga nggak bisa duduk bareng disini, karena Wahyu. Jaraknya harus 50 meter, ya kali, ini kos juga nggak sampai 50 meter.
Aku juga penasaran apa yang akan di ajar Adam dengan Gill, siapa tahu dia ajak main PUBG? Semoga nggak aneh aneh deh. Tapi lucu sih, tapi tetep nggak boleh.
"Kak" panggil Wahyu masih teropong nya.
Aku menghela nafas, "Apa?" jawabku, malas pas di tanya soal status ku dengan Gill, gitu terus samapai akhir jaman.
"Tu cowo siapa?"
Kan!
"Pacar" jawabku.
"Kakakkkk, ngapa punya pacar, itu bibit bebet bobotnya nggak jelas juga"
Aku mengangguk ngangguk saja, ini sudah ke 13 kali nya dia ngomong itu!
Memang tidak bisa dihindari Gill memang seram kalau marah atau membunuh, itu paling seram sih. Tapi setidaknya aku masih aman dan hidup. Lalu dia nggak pernah buat sesuatu yang aku benci. Dan aku mengenalnya udah 9 tahun di dunia sana sih. Anggap aja aku ama dia teman masa kecil.
"Trus?" ucap ku.
"PUTUS!" jawab Wahyu dengan tegas.
"Alasan putus?" Tanya ku.
"Bilang aja, kau terlalu baik untuk ku"
"Ahhh, lo benar juga gue kan lahir dari sana ya, mengapa gue nggak mikir sampai sana nya, tentu saja gue kan kotor" sarkas ku.
Wahyu langsung berdiri, "maksud gua bukan gitu Kak"
"Bodo"
"Ya udah, bilang aja, aku lebih nyamannya kita temenan aja"
"Lo belajar kata kata itu dari mana"Tanya ku mulai heran dengan tingkah Wahyu.
"Dari internet" jawabnya.
"Ahhh, Internet... hp gue mana ya?" Tanya ku, baru sadar aku tidak ada hp.
Wahyu berjalan ke salah satu laci dan melempar hp dari sana. Dengan keberuntungan aku berhasil mendapatkannya, "hati hati, susah tahu dapat hp, tabungan gue mana? Masih ada uang nya?"
"Masih kok, gua nggak pake uang tabungan lo sepeser pun"
"lah, ngapa nggak pakai? Gue kan ilang lama"
"Nggak perlu gua bisa kok kerja"
"Lo kerja?" Tanya ku.
Wahyu terdiam dan tidak menjawab.
"Lo kerja apa Wahyu?"
"Nggak aneh aneh kok, jaga warung kopi aja" jawab Wahyu.
"Trus sekolah lo gimana?"
"La-lancar "
"beneran lancar?" Tanya ku tidak yakin akan jawaban Wahyu.
Wahyu mengangguk, "Lo nggak usah khawatir, gua bisa urus diri sendiri"
Aku yang disana tidak pernah berpikir kek gini ya, disini, aku benar benar meninggalkan tanggung jawab ku sebagai kakak, seharusnya Wahyu nggak kerja, pasti dia nggak fokus ama sekolahnya, warung kopi disini kan buka sampai jam 10 malem, dan gue yakin uang dari upah warung kopi itu cukup untuk biaya idup nya. Belum bayar kos, lalu makanan dan keperluan sekolah. gue juga pisahin ibu dengan Wahyu, mereka berdua benar benar tidak akan akur jika bertemu, yang ada rumah jadi pecahan kaca dimana mana yang babak belur tentu Wahyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue ? Antagonis?! ✅
Fantasysaat gue terbangun gue berada di tubuh seseorang, dan orang itu adalah Tiara Von Helder!!! seorang pemeran Antagonis plus cabe cabean dalam Novel yang berjudul "Jatuh Cintalah Padaku! " dan parahnya ending dari Novel tersebut dia di hukum PANCUNG...
