Bab 53. meledak

2.6K 409 8
                                        

Ray akan mulai tertarik dengan Eri dan berjalan mendekati nya, lalu Tiara akan cemburu.

Tapi karena tidak ada Tiara berarti ada kemungkinan Ruby yang akan cemburu.

"Diana kau tidak apa apa?" ujar Ray di dekat ku.

Aku tersenyum ke arahnya, lalu menginjak kaki nya.

Ray menatap diriku dengan tatapan tajam yang tak mengerti.

"Pangeran Ray..." ujar Ruby yang melihat Ray di depan.

Ray langsung memandang ke Ruby, dia mengangguk, mengerti akan situasi.

Kalau udah tahu pergi woii!!!

Ray menarik diriku pergi dari tempat.

"Ray, berhenti" ujar ku, mencoba melepaskan diri.

"Kau tidak apa apa kan?" tanya nya memastikan

Aku menghela nafas, "aku sudah memasang [shield] jadi aku tidak terluka, aku tidak sebodoh itu" ujar ku.

"Bagus, sekarang kau ikut aku" Ray dengan kukuh nya menarik tangan ku.

Ini salah aku atau cerita nya berjalan berbeda? Seharusnya yang dia tarik itu Eri bukan aku.

Ray membawa ku ke ruang Osis.

Kan, seharusnya Eri yang dia bawa ke sini. Bukan aku.

Hector datang tak lama setelah aku dan Ray masuk.

"Kau tidak apa apa Diana?" tanya Hector khawatir.

Aku mengangguk. Hector langsung terlihat lebih lega.

"Apa penyebab ledakan itu?" tanya Ray.

"Sihir Eri pasti sangat besar sampai bola itu bisa meledak" ujarku.

Hector menggeleng, "Sayang nya bukan karena itu, tapi bola itu sudah di manipulasi oleh sihir kegelapan"

Aku menatap heran akan hal itu. Orang yang bisa sihir kegelapan yang ku ketahui hanya Kak Gill. Apa dia?

"Sihir nya pasti sangat besar, sampai bisa memanipulasi bola itu, tapi siapa?" Ray berpikir dan melirik ke arah ku.

Dia mencurigai aku lagi?

"Bukan aku, memangnya aku bisa apa? Aku saja tidak tahu cara kerja bola itu" ujar ku, membela diri.

"Kalau itu aku sudah tahu, Diana" jawab Ray, memutar bola matanya dengan malas.

"Lalu mengapa kau menatap ku terus?" tanya ku

"Bagaimana kau bisa tahu, bola itu akan meledak?" ucap Ray.

Hector yang mendengar hal itu terkejut, "Bagaimana maksud mu Ray?"

Aku yang mendengar hal itu juga terkejut. Aduh! Aku lupa si Ray paling memperhatikan sekeliling nya. Apa aku bisa kasih alasan? Hmmm...

"Diana memasang [shield] sebelum bola itu meledak" ucap Ray tanpa beban.

Hector langsung memandangku dengan tatapan menyelidik.

Mari kita pikirkan alasan yang bagus untuk kali ini.

"Kau mau membuat alasan apa lagi Diana?" tanya Ray.

Ray beneran mau aku cocol pakai tanah kuburan kalau bisa.

Aku menghela nafas, "Aku hanya tahu begitu saja"

"Tidak mungkin kau tahu langsung begitu saja" ujar Ray.

"Aku rasa Diana tidak akan melakukan hal semacam itu" ujar Hector membela diriku.

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang