Bab 26. pikir.

3.4K 508 7
                                        

Semenjak hari itu, aku mempelajari tata krama, dan sihir.

Tata krama dengan guru yang cukup baik.

Sedangkan sihir dengan ayah.

Setelah itu aku mendiamkan diri di dalam perpustakaan, mencoba membaca buku sejarah, tapi bikin ngantuk.

Setiap aku bangun dari perpustakaan, aku mengingat betapa buruknya diriku dalam belajar baca buku.

Tapi aku terus mencoba, walau kalah terus. Setidaknya ada yang nyantol gitu 5% dari yang aku baca.

Aku jarang bertemu dengan Apollo. Aku kurang tahu kenapa.

Tapi aku sering bertemu dengan Jo dan Robert. Entah mengapa mereka terus terusan ke sini. Setiap mereka datang, paling mengejek ku, dan menilai tata kramaku.

Haa, serba salah.

Hari ini tidak panas, aku memutuskan untuk berjalan di taman. Mungkin aku bisa membuat sesuatu? Atau menemukan?

Zero menemaniku, dia berjalan tidak jauh di belakang ku.

Bunga bunga di sini, masih belum mekar. Aku hanya bisa melihat daun daun.

Aku harus menjaga tata krama ku, setidaknya pintar sedikit. Apalagi setelah kejadian waktu itu.

Sesuai dengan plot di Novel 'Jatuh Cintalah padaku" pemeran utama wanita bernama Eri, dibawa ke Istana. Dia di adopsi oleh keluarga Baron Miller.

Dan soal peran ku yang seharusnya menjadi tunangan pangeran Hector, itu diganti oleh adik tiriku. Karena Tiara Von Helder, meninggal.

Aku mendengar berita itu dari Robert dan Jo. Tapi Jo melirik Robert terus. Aneh.

Tapi ya, Tiara Von Helder meninggal?

Aku bertanya dengan Jo soal, pencarian mayat atau bukti jasad Tiara Von Helder meninggal.

Tapi kata Jo, pencarian yang dilakukan oleh keluarga Helder, hanya sederhana aja, tidak ada yang panik. Walau di bilang Tiara meninggal, tidak ada bela sungkawa yang terjadi.

Aku dapat melihat Jo yang menggelengkan kepala seperti bapak bapak yang menyayangkan sesuatu.

Lalu dia menjelaskan diriku soal pertunangan Pangeran Hector, sambil melirik Robert. Robert mengangguk, baru Jo menjelaskan.

Sebenarnya pertunangan pangeran Hector dengan Ruby - adik tiri Tiara, banyak yang menentang, karena garis keturunan Ruby yaitu setengah commoner. Tapi pihak kerajaan memang ingin mendapatkan semacam hak? Dukungan? Dari keluarga Helder jadi akan ada kemungkinan Ruby hanya akan menjadi semacam selir, tapi itu tergantung lagi dengan kemampuan Ruby.

Aku jadi kasihan saat mendengar itu. Dia harus bekerja keras.

Jika mengikuti plot aslinya, seharusnya sih, Ruby akan menjadi adik tiri yang lembut dan baik hatinya, ya tapi baik dalam kategori tertentu.

Sedangkan Tiara akan mendapatkan perlakuan yang serupa, kedinginan dan tatapan benci. Bahkan pelayan berani menentang Tiara.

Aku sudah mengalami soal pelayan itu, memang tidak enak.

Jika di pikir pikir, hidup Tiara beda tipis dengan diriku. Apa memang di sengaja atau tidak, tapi aku masih tidak mengerti, perlakuan ayahnya seperti itu.

Kalau diriku hanya perlu mengucapkan kata itu dan Wala tidak akan terjadi sesuatu, tapi ibuku harus puas memukulku dulu baru ya, kata magic itu bisa berlaku.

Kalau soal ayah, aku belum pernah merasakannya, jika aku memikirkan sikap ayah yang dingin terhadap anak semata wayangnya, dan anak semata wayangnya itu ingin kasih sayang dengan menunjukan kerja kerasnya, tapi nggak di anggap, apa guna nya?

Masalah kehidupan Tiara terlalu ribet, dingin nya sang ayah, dan ibu tiri yang menyayangi anaknya saja.

Walau di ejek cabe oleh para pembaca, jika aku pikir untuk sekarang, aku merasa itu wajar, Tiara sangat menginginkan kasih sayang, dari orang lain.

Aku sendiri tidak ingin mengalami hal itu, mengalami apa yang di alami orang lain dan mengetahui itu menyakitkan, untuk apa kita melanjutkannya?

Jika bisa menghindar mengapa tidak?

Benar kan?

Apa yang dirasakan Tiara?

Apa yang menjadi alasan dia melakukan itu semua?

Dan mengapa author kejam dengan dirinya? Atau takdir yang kejam?

Mengapa dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan?

Ahhh, sekarang diriku ingat dengan 2 maid yang ada saat aku pertama kali bangun. Fiona dan Astrid? Kedua maid yang merawat Tiara hingga berusia 10 tahun, mereka berdua orang baik, tapi sayangnya akan meninggal.

Aku rasa ada orang juga yang meninggal selain mereka berdua. Siapa ya?

Hmmm...

Aku mencoba berpikir. Ayo ingat!

Ha...Rosemar-

Aku berdiri, Grand Duchess Glofiry! How can I forget!

Ibu Rose...

Dia akan meninggal, karena wabah itu.

Aku berjalan kesana kemari, mencoba mengingat obat yang di perlukan untuk wabah.

"Nona, ada apa?" tanya Zero.

Aku menggeleng, mengigit kuku jariku. Coba ingat!

Kejadian itu kurang lebih akan terjadi 1 tahun dari sekarang!

"No-

"Diana, jari mu berdarah" suara bass yang khas, suara Kak Gill!

Aku menatap ke atas. Kak Gill menutup jariku dengan sapu tangannya, "apa ini akan menjadi kebiasaan mu?"

"Ha?"

"Jarimu berdarah Diana"

"Oh!"

Kak Gill menghela nafas, "Apa kau sedang berpikir sesuatu?"

Aku menggeleng dan tersenyum.

Aku tidak bisa berlama lama disini

"Aku pergi dulu" ujar ku, langsung pergi meninggalkan Kak Gill.

Aku menuju kamarku, berharap tidak ada gangguan, tapi Zero pergi mengambil obat untuk mengobati tanganku. Padahal hanya luka kecil.

Sekarang aku berbaring, mencoba mengingat wabah apa yang akan terjadi, aku tidak bisa membiarkan kejadian yang sama terulang ke 2 kali nya!

Sudah beberapa jam berlalu dan aku masih belum berhasil mengingat wabah apa yang akan terjadi!

Zero mengetuk pintu, mengingatkan diriku untuk makan malam.

Saat aku masuk ke ruang makan, aku tidak melihat Apollo. Aku sudah bertanya, jawaban mereka adalah Apollo sedang belajar. Sungguh tidak logis.

Biasanya walau Apollo sedang belajar, dia akan tetap makan di sini.

Haa...

Lebih baik aku fokus dengan wabah yang akan terjadi, nyawa lebih penting! Soal Apollo, akan aku selidiki setelah Wabah itu aku ingat!

"Diana"

Aku menghadap ke sumber suara. Ibu mengelus kepalaku. Aku bingung. Karena setelah itu ibu pergi.

Perut ibu juga membesar, aku baru tahu kalau yang membesar pertama kali adalah di dekat selangkangan. Kukira yang kalau hamil langsung besar di bagian perut.

Aku sempat mengira bahwa ibu kena penyakit aneh, karena yang besar bagian situ. Rupanya seiring berjalannya waktu, perut ikut membesar.

Sekarang bukan ituu!!!

Apa yang harus aku lakukan? Apa???.

Mengurung ibu di rumah? Kedengarannya kejam.

Masalahnya wabah itu dimana???

Haa...

Ayo, berpikir Diana!

Wabah apa?

Bersambung...

Tertanda Tara Myria🌷

Gue ? Antagonis?! ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang