Selamat membaca❤
Maafkan jika banyak typo yang berserakan.
.....
Atta menunduk. Dia tidak tahu harus menjawab apa lagi sekarang. Cowok itu sudah mati bicara. Arga marah karena perbuatan nya. Sekarang dirinya di marahi habis habisan oleh Arga. Mungkin sebentar lagi dia akan mati jika tidak di cegah oleh Bagas pada saat cowok itu, Arga, akan menghajar nya habis habisan.
Atta benar benar takut sekarang. Marah nya seorang Arga bukan main. Jika ada yang berbuat masalah dengan nya hal kecil atau hal besar mereka akan terancam bahaya. Tidak melihat teman atau bukan, jika itu sudah membuat cowok itu terusik. Arga tidak akan segan segan untuk menghajar nya.
Arga menduduki bokong nya di atas kasur, tapi mata nya masih menatap tajam Atta. Sekarang dirinya sedang benar benar marah, atas kejadian hari ini.
"Ss so sorry ga, gue gak tau kalau akhirnya kayak gini" ucap Atta dengan nada bergetar.
"Sekarang lo hapus postingan itu"
"I iya gue hapus" Atta segera merongoh ponsel nya di saku celana. Membuka aplikasi instagram, dan menghapus postingan nya semalam.
Semalam saat mereka berada di kamar Arga, mereka tengah minum minum. Karena Arga yang memang menyuruh Evan untuk membawa minuman.
Dan tanpa mereka tahu Atta memfoto kegiatan mereka semalam. Atta hanya iseng memposting nya di instagram. Tapi ending nya malah jadi seperti ini. Atta pikir akan fine fine saja, namun kenyataan nya Arga ngamuk padanya.
Dan yang membuat mereka kesiangan ke sekolah hari ini adalah, mereka ketahuan oleh Dirga saat berpesta minuman kecil itu. Yang pada akhir nya mereka di hukum terlebih dahulu oleh Dirga.
Sebenar nya yang membuat Arga marah besar pada Atta itu bukan semata mata karena di posting. Melainkan karena Elma. Arga takut jika Elma masih marah padanya. Meskipun Elma bilang dia tidak marah, tapi Arga tidak bisa tenang jika benar benar belum melihat Elma tidak marah padanya.
Atta menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana milik nya."U udah gue hapus" Ucap Atta dengan nada yang masih ketakutan.
Arga berdiri berjalan menghampiri Atta. Menatap teman nya itu sekarang.
"Sorry, gue gak maksud marah sama lo.Lain kali kalau mau ngelakuin sesuatu yang berhubungan sama gue. Bilang dulu." Ucap Arga, cowok itu menepuk pundak Atta.
Atta menganggukk kaku. Arga itu tengah tersenyum padanya.
Beberapa detik Atta memeluk Arga dengan sekali hempasan.
"Anjing Arga, gue udah ketakutan goblok!"Pekik Atta. Cowok itu benar benar sudah ketakutan tadi. Dia menggoyang²kan tubuh Arga sekarang.
"Lepasin gue. Engap sialan." Desis Arga. Dirinya sekarang tidak bisa nafas karena pelukan Atta.
Atta langsung menarik dirinya, menyengir tanpa dosa. "Hehe, sorry ga" Ucap nya menggaruk tengkuk.
"Iya, udah sana" Usir Arga
Atta menghela nafas lega. Akhirnya dia bebas juga dari amukan Arga yang benar benar membuat dirinya menjadi patung.
Cowok itu menghampiri Bagas dan Evan yang sedang duduk di kursi. Sedari tadi mereka berdua cengengesan melihat Ekspresi Atta kala sedang di marahi Arga. Antara lucu dan kasihan juga melihat nya.
"Udah yah di eksekusinya?" Tanya Evan dengan menyebalkan.
"Diem lu anying ah, bukan nya bantuin gue malah ngetawain" kesal Atta. Seraya menduduki bokong nya di sofa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...