"Ga gimana? "
"Gimana apa nya mksud lo"
"Tadi"
"Apaan? "
"Yang tadi. Lo di terima gak sama si Elma?" Tanya Atta. Arga menghentikan langkah nya.
Sekarang mereka tengah berada di supermarket. Tadi setelah pulang sekolah mereka langsung kesini untuk mengantar Arga membeli makanan untuk stok di rumah nya. Dan itu membuat Atta dan Evan memanfaat kan ini untuk memeras Arga.
Arga menggelengakan kepala nya. "Nggak" Ucap nya, kemudian berjalan lagi.
"Eh serius, lo di tolak? "
"Hm" Ucap nya seraya mengambil beberapa makanan.
"Demi apa! Seorang Argantara Saputra, anak dari seorang pengusaha kaya raya, mengajak balikan mantan,Tapi, sayang nya di tolak! " Ucap Atta dengan nada tinggi, sontak membuat Arga menajamkan kedua mata nya.
"Diem anjing gak usah teriak teriak"
Bagas dan Evan yang sedari tadi ada di depan mereka berdua, menoleh ke belakang.
Bagas mennyernyitkan kedua alis nya. "Lo di tolak? " Tanya Bagas
Arga menoleh. "Hm" Ucap nya acuh, kembali berjalan dan memilih makanan.
"Kok bisa?" Kali ini Evan yang bertanya.
"Dia bilang ngapain ngajak dia pacaran. Kalau dia aja udah jadi milik gue"
"Si Elma bilang gitu? " Tanya Atta
"Iya"
"Terus terus bilang apa lagi? Kok kayak nya lo biasa aja" Ucap Atta. Evan mengangguk menyetujui ucapan Atta.
"Kata nya cukup percaya aja sama hati masing masing. Kalau emang gue cuma buat dia, gue gak akan pergi dari dia. Begitu pun sebalik nya dengan Elma" Ucap Arga
"Dan gue yakin, kalau di hati Elma masih ada gue seutuh nya" Lanjut Arga dengan senyuman yang terukir di wajah nya.
"Gue tau Elma belum nerima gue lagi sepenuh nya, tapi gue yakin dia masih sayang sama gue"
"Emang dia bilang gitu? " Tanya Evan.
Arga mengangguk. "Iya. Tapi gue gak akan nyerah buat ngembaliin hubungan gue sama Elma seperti dulu lagi" Ucap nya.
"Masyaallah bang Arga. Sebegitu besarnya cintamu kepada Neng Elma. Kalau aku jadi Elma, aku gak akan pernah menyia nyiakan cowok seperti mu. Yang begitu tamvan, begitu kaya, dan begitu gemoyy" Tutur Atta dengan nada alay. Evan yang mendengar nya bergidik najis.
"Geli anying" Delik Evan
"Apa? Sayang Evan juga mau? " Rayu Atta, membuat Evan bergidik ogah ogah an.
"Najis Goblok! " Evan segera pergi duluan dari sana meninggalkan mereka bertiga.
"Bang...bang Evan tungguin atta" Suara Atta dengan nada yang di buat buat. Evan bergidik jijik. Bodoamat dan pergi duluan ke kasir.
Arga dan Bagas cekikikan. Tingkah Atta memang yang suka menggoda Evan, membuat cowok itu jijik terhadap Atta. Tapi meskipun begitu bisa menjadi bahan pencair suasana.
"Udah udah. Belanja nya udah kan? Cepet biar gue bayar" Ucap Arga
"Udah bang Arga. Ayok ke kasir" Ucap Atta dengan mengondek.
"Lama kelamaan jijik juga" Setelah mengucapkan itu Arga pergi dari sana dengan Bagas. Meninggalkan Atta yang tengah mencebik kesal.
"Anjing" Atta segera menyusul mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...