Biasakan vote dan comment setelah membaca! Makasih❤
.....
Hari ini adalah hari dimana seluruh murid SMA Dirgantara melaksanakan ulangan kenaikan kelas. Hari yang di tunggu tunggu oleh murid kelas 11 karena cepat cepat ingin pindah ke kelas tingkat.Sementara untuk murid yang lain, hari ini adalah hari dimana mereka harus berfikir keras, beradu jotos dengan buku dan pulpen. Sedangkan untuk murid pintar, melakukan hal itu sangat cetek bagi mereka, tinggal sekali kicep semua langsung beres.
Arga dan ke tiga teman nya baru saja datang ke area parkiran. Suara motor yang mereka kendarai sangat tak asing lagi di telinga semua murid. Kedatangan mereka selalu jadi bahan perhatian seluruh murid Sma Dirgantara. Apalagi yang dominan nya para siswi. Entah kenapa jika sudah melihat batang hidung mereka ber empat para siswi sangat sensitive. Daya tarik nya untuk ke empat cowok itu sangat kuat bagi mereka.
Ke empat nya kini sedang berjalan di koridor. Dengan seperti biasa Arga yang bisa di katakan bos di antara mereka, berjalan lebih depan. Di samping nya ada Bagas dan kedua teman nya lagi yaitu Evan dan Atta mengekori di belakang.
Langakah nya membawa mereka ke kelas XI Ips 2. Iya itu adalah kelas Elma dan kedua teman nya. Arga sengaja terlebih dahulu ke kelas Elma untuk sekedar menemui gadis itu.
Tanpa masuk pun, Elma dan kedua teman nya masih berada di depan pintu kelas nya. Itu membuat Atta menyosor terlebih dahulu menghampiri ke tiga nya.
"Hayyeo selmat pagi gaiss. Ada yang kangen gak sama babang Atta yang ganteng ini, baik hati, rajin menabung dan tidak sombong. Pada kangen kan. Iya kan? Iya lah, iya dong?! " Teriak Atta riweuh dengan tingkat kepedean nya.
Membuat Isty dan Lea yang baru saja mendengar nya memutar bola mata malas.
"Bacot! "Sarkas Isty
"Bicit! "Tambah Lea
"Berisik lo ta" Itu Evan mengusap kuping nya yang panas akibat teriakan laknat teman nya itu.
"Yeu lo semua jangan kek gitu. Gue tau lo berdua kangen juga kan sama gue" Ucap Atta menunjuk Isty dan lea seraya menaik turunkan alis nya.
"Idih"
"Najis" Tambah Isty.
"Perlu gitu gue kangen sama cowok modelan kayak lo" Isty menunjuk Atta dengan telunjuknya "Sudi gue" Lanjut gadis itu.
"Wah wah wah tuh mulut kalau ngomong di jaga, jangan asal jeplak" Ucap Atta tak terima
"Kenapa, lo gak suka? " Tantang Isty
"Iya gue kagak suka!" Atta maju selangkah menghadap Isty.
"Berani ya lo sama gue hah?" Isty tak mau kalah dengan Atta. Gadis itu maju satu langkah menatap intens Atta. "Berani kan lo, maju lagi donf" Sontak membuat Atta malah mundur.
"Kenapa mundur?. Belum juga Apa apa" Kini Atta sudah mentok di tembok, entah kenapa nyali nya semakin ciut jika sudah berhadapan dengan gadis semacam Isty.
Bagas dan Evan yang melihat tingkah mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Tangan Bagas terentang sebelah di depan Isty kala gadis itu hendak memajukan lagi langkah nya.
Isty menaikan satu alis nya. Menatap sekilas Bagas, sebelum akhirnya menepis tangan cowok itu.
"Apa lo? "
"Berisik"
Isty tak mengindahkan nya, sebelum akhirnya langkah kaki nya masuk ke dalam kelas.
"Yeu judes" Teriak Atta

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Подростковая литератураSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...