#Part11❤

22.6K 1.1K 9
                                    

Selamat Membaca❤

......

Pagi hari ini dengan seperti biasa. Semua murid Sma Dirgantara sudah mulai memadati Area sekolah. Waktu masih menunjukkan pukul 7.00 tapi semua murid sudah hampir ramai di sana.

Termasuk ke empat cowok yang tengah berjalan di koridor sekarang. Arga yang berjalan terdepan dengan memasukan ke dua tangan nya ke dalam saku celana. Membuat para siswi memuji nya, karena sangat terlihat cool dan tampan meskipun wajahnya hanya datar saja.

Bukan hanya Arga. Cowok yang ada di sebelah nya sekarang, yang merupakan cowok terdingin setelah Arga. Yaitu Bagas,juga mendapati banyak kekaguman dari para siswi.

Tak ayal banyak yang sering mengejar ngejar Bagas. Namun cowok itu sudah kelewat dingin, mengabaikan para wanita yang ingin mendekati nya.

Evan dan Atta mendengus kesal. Merasa aneh kepada Arga dan Bagas. Banyak yang meneriaki mereka,  namun kedua nya biasa biasa saja.  Berbeda dengan mereka berdua rasanya sangat tidak lengkap jika di pagi hari tidak ada sapaan dari para cewek Sma Dirgantara.

"Gas" Sahut Atta

"Hm"

"Lu senyum kek tuh sama cewek yang teriak teriak nama lo" Ujar Atta. 

Bagas hanya bergidik acuh.

"Turunin dikit napa gas. Sifat kedinginan lo" Ucap Evan.  "Jangan di sama sama in sama si Arga" Lanjut nya. 

Membuat Arga menoleh menatap sekilas Evan.

"Gue gak suka di teriakin" Ucap Bagas

"Terus mau lo di apain? Dilembutin?" Tanya Atta. Kemudian cowok itu tertawa ringan.

"Gas bagas. Cewek di SMA Dirgantara mana ada yang kayak begitu. Semua nya pada riweuh. Kalau gak riweuh ya ucapan nya pedes gitu.
Kayak si Isty. Bener gk van? "

Evan mengangguk setuju. "Iya bener. Tuh cewek satu yang paling aneh menurut gue. Dari sekian banyak cewek di sekolah ini,  cuma dia doang kayak nya yang gak doyan sama cowok" Ucap Evan.

Atta di buat bingung dengan ucapan Evan.

"Maksud lo si isty lesby gitu?" Tanya Atta

Baru saja akan menjawab, namun suara orang lain sudah mendahului Evan.

"Bisa di jaga gak tuh mulut?" Evan langsung berhenti melangkah. Termasuk Arga Bagas dan Atta. 

Ke tiga nya berbalik badan secara bersamaan.

Di hadapan mereka sekarang ada isty dan Elma. Isty menatap tajam Evan dan Atta seraya menyilangkan kedua tangan nya.

"Eh isty" Ujar Evan dengan cengar cengir.

"Eh ty. Apakabar?" Tanya Atta basa basi.

Atta mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal. pasti gadis ini mendengarkan percakapan nya dengan Evan.

Isty tersenyum remeh pada kedua nya. 

"Hidup gue gak pernah baik setelah ngenal lo semua!" Semprot isty. 

"Bukan berarti dengan sikap gue yang kayak gini, gue gak suka sama cowok. Tapi gue mesti mikir dulu. Apa gue harus?  Suka sama cowok kayak lo ber empat?" Ucap Isty

"Gue rasa di dunia ini masih banyak kok cowok yang lebih baik dari kalian. Dan gue pikir gue gak perlu suka, dan ngelakuin apa yang cewek lakuin sama lo semua!" Sarkas nya tanpa basa basi.

"Bukan gitu ty maksud nya" Ujar Evan

"Terus?" Isty memiringkan kepala nya. 

"Terus lo mau bilang kalau gue seperti  apa yang di bilang si Atta? " Ucap isty. 

Possesive Mantan✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang