#Part 45❤

7.3K 529 28
                                    

Bagas, Evan dan Atta membawa Arga ke ruang uks. Cowok itu tadi pingsan di kelas dan dengan segera mereka membawa nya kesini.

Setelah membaringakan tubuh Arga di atas branker. Bagas mencari sesuatu disana, yang bisa dia olesi di pelipis Arga. Disana tidak ada penjaga yang biasa bertugas di uks. Jadi dengan terpaksa mereka menjaga Arga sekarang.

Bagas membawa minyak kayu putih yang tersedia di obat P3k, dia mengolesinya di pelipis kemudian mencoba mendekatkan minyak kayu putih itu ke hidung Arga. Berharap jika cowok itu terbangun, namun tidak ada reaksi sama sekali dari Arga.

"Gas, tadi pagi si Arga sarapan dulu gak?" Tanya Evan.

Bagas menggelengkan kepala, seraya masih mencoba agar Arga bisa bangun. " Belum, dia buru buru ngajak gue ke sekolah tadi" Ucap Bagas.

"Pantes aja dia pingsan orang dia belum makan" Ujar  Atta. "Apa mungkin juga ya, ini akibat dari semalem dia mabuk kebanyakan?" Atta melihat Arga yang masih setia memejamkan matanya dengan wajah yang pucat.

"Bisa jadi kek nya mah" Jawab Evan.

"Kenapa kita gak bawa dia aja ke rumah sakit?" Lanjutnya.  "Khawatir gue liatnya, mukanya pucet banget tuh"

"Gak usah, mungkin bentar lagi dia siuman" Balas Bagas. Cowok  itu beranjak dari duduk  nya, menyimpan minyak kayu putih itu di atas nakas.

"Gue mau beli bubur dulu buat dia, lo berdua jagain dulu di sini" Ucap nya. Mereka berdua mengangguk, setelah itu Bagas keluar untuk  pergi ke depan membeli bubur untuk Arga.

Evan dan Atta keduanya sama sama menduduki bokong nya di kursi yang ada di sana. Sama sama menatap Arga yang masih tertidur pulas dengan pingsannya.

"Ga, lu mah mabok gak ngajak ngajak gue, jadinya begini kan" Ujar Atta, ucapan nya yang membawa bicara Arga.

"Coba kalau lo ngajak gue, lo gak bakalan pingsan. Kan enak tuh minuman nya di bagi  dua" Ucap nya lagi sembari membayangkan betapa nikmatnya minum di Club yang sudah lama belum cowok itu rasakan kembali. " Terus ya, maen ama cewek cewek, beuh-mantap-"

"Stres ya lo. Orang dia lagi pingsan, malah ngebayangin maen sama cewek. Gak ada yang mau sama lo" Potong Evan. Gak habis pikir dengan tingkah kegoblokan si Atta.

"Emang bener Van, kalau si Arga waktu itu mabok nya bareng  gue, kan dia gak bakalan  tepar kek gini. Minuman nya gue ambil alih semuanya" Jawab Atta.

Evan memutar  bola matanya malas. " Serah lo!" Delik Evan.

"Mabuk?"

Evan dan Atta menoleh ke belakang. Keduanya sama sama kaget dengan keberdaaan Elma yang ada di hadapan mereka sekarang.

Elma berjalan mengahmpiri mereka, sontak  membuat Evan dan Atta pun kelimpungan.  Mampus mereka sekarang, pasti Elma mendengar percakapan mereka barusan.

"Siapa yang mabuk?" Tanya Elma

Skak mat! Evan maupun Atta sama sama terdiam, mereka bingung harus menjawab apa sekarang.

Elma menyernyitkan dahi nya, melihat raut wajah mereka yang bukan nya menjawab pertanyaan dari nya malah seperti orang kebingungan. " Siapa?" Tanya Elma lagi.

"Euh itu- apa, gue mabuk El, iya gue yang mabuk " Jawab Atta dengan terpotong  potong. Atta menelan salivanya sekarang, mati jika Elma mengetahui nya kalau mereka berbohong.

"Bener?"

Atta mengangguk cepat. "Iya bener, semalem gue mabuk El" Ucap nya.

Elma menaikkan satu alisnya, tetapi seperdetik kemudian gadis itu mengangguk. "Oh yaudah" Ucap Elma.

Possesive Mantan✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang