Selamat membaca❤
......
Setelah seminggu melakukan Penilaian Akhir semester. Kini semua murid Sma Dirgantara akan menikmati masa libur mereka selama dua minggu. Namun sebelum itu, sekarang semua murid tengah berkerumun di depan mading sekolah, mencari nama nama mereka. Apakah naik kelas atau tidak nya.
Sama hal nya dengan yang lain. Ke empat cowok yang tengah berdiri paling depan, sedang merasa senang karena nama mereka berada tertulis di papan mading. Apa lagi, yang membuat Evan dan Atta jingkrak jingkrak adalah, nilai mereka sama sama naik. Meskipun sedikit namun itu adalah pencapaian mereka dan lumayan bagus dari nilai nilai mereka sebelum nya.
"YUHUU! AKHIRNYA NILAI GUE MEMUASKAN! " Teriak Atta senang, hampir semua murid di sana menutup telinga nya masing masing.
"NILAI GUE JUGA GAK KALAH BAGUS GAEESS! " Tambah Evan. Sama sama riweuh kini keduanya naik ke atas pembatas koridor, menarik dasi dari lehernya dan memutar mutar nya di udara.
"BILANG APA BUAT KiTA BERDUA!" Teriak keduanya.
"Selamat! " Ucap Semua murid dengan nada yang menyebalkan.
"SEMPURNA! " Teriak kedua nya lagi. Malah semakin menjadi jadi dengan tingkah mereka, semua murid mulai berlalu satu per satu dari sana.
Arga dan Bagas yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya masing masing. Nilai naik dikit aja juga bangga, apa lagi tuh jawaban mereka berdua juga yang ngasih contek. Ucap mereka.
"Turun lo berdua, malu maluin aja" Ucap Arga
Berhenti dari aksinya, Evan dan Atta akhirnya turun dari sana. Sama sama ngos ngos an akibat perbuatan konyol nya barusan.
"Huh! Seneng banget gue" Ucap Atta yang masih menetralkan nafas nya.
"Nilai hasil nyontek aja bangga" Sindir Bagas
"Sembarangan lo. Gue gini gini juga mikir" Ujar Evan, menduduki bokong nya di tembok pembatas koridor.
"Mikir sekali" Tambah Arga, seraya cengengesan bersama bagas.
"Sialan lo berdua" Ucap keduanya.
"Bukan nya kasih selamat atas pencapaian kita meskipun sedikit. Malah di ledekin" Ucap Atta seraya mendengus kesal.
Bagas menghentikan tawa nya. Menepuk pundak Atta sekali. "Selamat ya brader atas pencapaian nya" Bukan ucapan selamat yang di dengar kedua nya, melainkan ucapan ledekan.
"Ngeselin lo" Ucap Evan
Arga semakin tertawa, melihat ekspresi kedua teman nya itu. "Udah lah lebay lo berdua" Ucap nya. "Mending ikut gue, gue mau ke kelas Ips 2" Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Arga pergi begitu saja.
"Yeu bucin!" Teriak Atta
"Irri? " Ucap Evan dan Bagas . "Bilang Bawahan" Ucap nya lagi seraya pergi dari sana.
"Sialan" Desis Atta tak urung mengikuti kedua nya.
Arga sedikit mempercepat langkahnya, sampai dia tak sengaja di tabrak oleh seorang gadis yang berlari dari arah berlawanan.
Bruk!
"Awsh! " Pekik gadis itu sampai dia sudah terduduk di lantai.
"Kalau jalan, mata di pake! " Bentak Arga
"Lo pikir nih sekolahan punya nenek moyang lo! Lari seenak nya. Gak liat kalau disini itu lagi rame, banyak orang lalu lalang. Buta lo! " Maki Arga, netranya menatap lekat gadis itu dengan amarah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...