"Ty tungguin napa. Gue cape anjir teriak mulu" Kesal lea. Sedari tadi isty tidak menaggapi nya. Gadis itu malah terus berjalan tanpa menoleh pada nya.
Lea segera berlari menghalangi jalan isty dengan berhenti di depan gadis itu.
"Stop!" Lea merentangkan kedua tangan nya.
"Mingir lea." Isty mencoba untuk pergi namun lea terus menghalangi nya.
"Stop gue bilang"
"Apa sih lo" Kesal Isty. Menatap Lea sekarang.
"Lo kenapa tadi?" Tanya Lea. Menurunkan kedua tangan nya.
"Gue gak kenapa napa. Minggir" Isty pergi dari sana meninggalkan Lea.
Lea kini mencebik kesal. Ada apa dan kenapa hari ini teman teman nya ini sangat menyebalkan.
Isty masuk ke dalam kelas dan menduduki bokongnya di kursi dengan sekali hentakan. Beberapa murid yang ada disana lantas terlonjak kaget. Termasuk Elma yang berada di samping nya.
Elma menaikkan satu alis nya. Gadis itu menatap isty yang nampak nya sedang marah. "Kenapa? " Tanya Elma.
Isty tak menjawab bahkan tidak menoleh sama sekali. Dia sungguh tidak ingin membahas ini. Perihal tadi membuat mood isty hilang.
"Gue gak kenapa napa" Ucap Isty pada akhir nya.
"Beneran? " Isty mengangguk.
"Cerita aja. kenapa?" Tanya Elma
"Males bahas" Jawab gadis itu.
Elma mengangguk." Oke."
"Oh iya ty. Sorry gue tadi gak bisa jemput lo-"
"Gakppa. Gue tau lo lagi sama Arga kan?" Potong Isty.
"Hm. Iya "
Isty menoleh kepada Elma sekarang. "Mau sampai kapan si El. Lo kayak gini terus? " Tanya Isty.
Elma tidak paham apa maksud ucapan Isty. "Maksud nya? " Tanya Elma.
"Gue mau lo jauhin Arga" Ucap gadis itu.
Elma menyernyit. Sebentar dia menghela. Mengerti kemana bahasan isty sekarang.
Menatap kembali pada Isty. "Kenapa gue harus jauhin dia? " Tanya Elma.
"Demi kebaikan lo El. Lo paham kan maksud gue? "Ucap Isty. Dia mencoba untuk berbicara dengan hati hati.
"Gue udah nyoba. Tapi-" Elma tersenyum getir."Gue gak bisa" Ucap nya lagi.
"Lo pasti bisa. Gue gak mau kejadian satu tahun yang lalu terulang lagi. Sudah cukup lo menderita karena Arga. Gue gak bisa liat lo kayak gini terus" Ucap Isty dengan sedikit nada tinggi.
Elma terkesiap. Dia menatap isty dengan senyuman. Yang di katakan isty memang benar. Semua nya memang benar.
"Kejadian satu tahun yang lalu itu. Bukan atas keinginan gue sama Arga. Ini hanya kesalahpahaman ty. Dan ini bukan salah Arga ataupun salah gue" Ucap Elma.
"Gue emang menderita. Tapi gue gak pernah menyalahkan Arga atas menderita nya gue." Lanjut Elma.
Isty terdiam. Kemudian dia menatap intens Elma. "Jangan bilang lo masih sayang sama Arga? " Tanya isty.
Elma menghela nafas."Iya gue emang masih sayang sama dia". Pada kenyataan nya bahwa Elma memang masih sayang pada lelaki itu.
"El?"
"Gue gak pernah benci sama dia" Lirih Elma. "Gue hanya kecewa sama mereka" Lanjut gadis itu.
Isty memeluk Elma. Dia merasa bersalah sekarang. "Maafin gue El. Gue gak maksud" Ucap Isty. Gadis itu mencoba menenangkan Elma.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...