Para tamu undangan sudah mulai berdatangan ke rumah kediaman fadlitama. Bukan hanya kerabat dekat saja tetapi semua rekan kerja, rekan bisnis, kolega kolega dan para investor yang pernah bekerja sama dengan fadli sampai karyawan nya di kantor semua sudah memenuhi kediaman nya untuk menyaksikan pertunangan Elma dengan Adi hari ini.
Disana sudah terlihat Ratna yang sedang melayani para tamu yang baru saja datang bersama dengan Rahma. Sementara fadli dan Ken sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnis nya juga bersama dengan Dirga.
Para tamu undangan yang hadir sangat antusias melihat begitu mewah nya acara ini. Rumah besar dengan di hias seindah mungkin, bak istana di dalam nya. Acara pertunangan ini nampak nya akan berjalan dengan lancar, melihat begitu sangat tarati nya para pelayan yang bertugas mempersiapkan segalanya.
Elma, Isty dan Lea mereka sedang menuruni anak tangga, dengan Bayu yang mengikuti mereka dari belakang.
Elma menatap sekeliling nya, begitu ramai dengan orang orang kenalan fadli hanya untuk menyaksikan dirinya bertunangan hari ini.
Sekarang gadis itu hanya bisa menampilkan senyum paksa, tanpa ingin mengatakan atau berucap apapun.
Netra Elma berhenti kala mata itu menangkap sosok Rahma disana. Gadis itu menatap nya sebentar, sebelum akhir nya berlari menghampiri wanita itu.
Bayu dengan Isty dan Lea mengikuti gadis itu.
Memeluk Rahma dengan erat hingga membuat wanita itu terkejut dan sontak saja membalas pelukan Elma.
"Sayang" Ucap Rahma
"Elma kangen sama mamah" Ucap gadis itu.
Semakin memeluk Rahma erat dan seperti tidak ingin melepaskan nya.
Tangan Rahma terangkat untuk mengusap lembut kepala Elma. Mencium kepala gadis itu dengan sayang.
"Liat mamah sayang" Rahma meraih wajah Elma untuk menatap nya. Gadis itu melepaskan pelukan nya sekarang.
Rahma menatap gadis di depan nya dari atas sampai bawah seraya tersenyum. Elma terlihat cantik hari ini, dengan dress yang di pakai nya dan make up yang tidak terlalu.
"Kamu cantik sayang" Ujar Rahma, mengelus lembut pipi gadis itu.
Bukan nya menjawab pujian Rahma, Elma malah celingak celinguk mencari keberadaan seseorang.
"Arga mana, mah?" Tanya Elma yang sekarang kembali menatap Rahma.
Wanita itu terdiam, entah apa yang akan di katakan nya sekarang. Dia juga tidak tahu dimana putranya itu. Jika mengatakan segala nya kepada Elma bahwa Arga hilang, pasti Elma akan merasa khawatir yang berlebih.
"Mah, Arga mana?" Tanya Elma sekali lagi.
"Arga kesini kan mah mau nemuin Elma?" Ucap gadis itu.
"Iya sayang, Arga kesini dia lagi di jalan" Jawab Rahma dengan terpaksa dia harus berbohong sekarang.
Seketika Elma tersenyum mendengar nya, hati nya begitu lega sekarang. Rasa khawatir yang tadi sempat menjalar di benaknya sekarang hilang begitu saja.
"Mah?" Ujar Elma
"Iya sayang?" Ucap Rahma
"Elma mau sama Arga, Elma gak mau pisah sama dia. Elma sayang Arga, Arga juga sayang sama aku, mah"
Ratna yang sedari tadi berdiri di sebelah Rahma, wanita itu menatap putrinya.
"Elma nggak mau pertunangan ini terjadi" Elma begitu menyayu menatap Rahma. Sementara wanita itu tidak tahu harus berbuat apa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...