Setelah sarapan pagi tadi yang membuat semuanya tidak nyaman. Sekarang isty maupun Lea bisa di katakan sudah bisa bernafas lega, karena Arga dan teman teman nya sudah pulang.
Tadi sehabis sarapan, Elma menyuruh Arga untuk segera pulang, Arga sempat menolak, bahkan tidak mau pulang sama sekali . Tapi berkat kesabaran Elma yang luar biasa, dengan gampang nya Arga mengiyakan untuk pulang hari ini dan membawa ketiga teman nya itu.
Elma duduk di samping Isty dan Lea di sofa ruang tamu, mereka berdua yang kompakan sedang bermain ponsel.
Kali ini Elma akan bicara baik baik untuk bisa membuat akur kedua teman nya dengan teman teman Arga.
"Ty, le" Panggil Elma
"Hm" Kedua nya sama sama berdehm.
"Kalian coba deh, akur sama temen temen nya Arga"
"Gue lagi gak mau bahas itu, El " Jawab Isty segera
"Gue juga sama" Ucap Lea
Elma menghela. "Kalian sadar gak sih? keributan yang terjadi itu kalian berdua yang ciptain" Ucap Elma mencoba untuk hati hati.
"Kalau kalian bisa merubah sikap kalian yang nggak suka sama mereka, mungkin mereka bisa nerima kalian. Mereka juga gak akan ribut kalau kalian gak mulai duluan. "Jelas Elma
Mendengar apa yang baru saja di katakan Elma, isty menghela nafas nya pelan. Isty paham maksud Elma, tapi entah kenapa dirinya tidak bisa akur begitu saja dengan Arga Cees.
Isty mengalihkan atensinya pada Elma. "Udah lah El, menurut gue, kita gak penting kalau harus ngomongin ini" Jawab Isty " Buang buang waktu" Lanjut gadis itu.
"Iya El, lagian kita kan udah biasa ribut sama mereka. Kalau lo mau kita baikan, tenang aja kita akan baikan lewat jalur isty sama Bagas" Sahut Lea.
Mendengar namanya di bawa bawa, seketika Isty di buat tidak paham dan mengerutkan dahi nya.
"Maksud lo?" Tanya Isty
"Gini aja, kalau semisal Isty jadian sama Bagas, nah baru deh kita akan baikan. Karena keributan ini juga berawal dari mereka berdua , dan kek nya ada sesuatu deh di antara kalian. Iye kan?" Tuduh Lea dengan curiga.
"Ngaco ya lo. Sekali lagi lo nyatu nyatuin gue sama tuh cowok. Lo bakalan tau akibat nya!" Ancam Isty. Memang nya ada apa dirinya dengan Bagas? Ogah banget kalau sampe dirinya harus jadian sama manusia kulkas semacam Bagas.
"Yaelah ty udah ngaku aja, lo ada apa apa kan sama si bagas?" Goda Lea seraya terkekeh kecil, apa sebaik nya dia bongkar saja apa yang dia ketahui tentang mereka berdua.
"Gue udah liat pas kejadian di taman" Ucap Lea lagi
"Kejadian? " Beo Elma
Lea mengangguk semangat. "Heeuh kejadian, dimana si isty di gendong ala ala bridalstyle gitu, terus sembari hujan hujan nan, terus mata yang saling memandang- beuh pokoknya udah kek india indiaan gitu, sosweet pkoknya, gue liat dengan mata kepala gue sendiri" Ungkap Lea semangat.
Pas dimana waktu itu dirinya memang melihat isty dan Bagas pada saat di taman, gadis itu tidak sengaja lewat dan menyaksikan kedua sejoli itu.
Isty membulatkan kedua mata nya. Astaga kenapa si lemes ini pake liat kejadian itu. Isty benar benar geram kenapa pake di ceritain segala.
"Yang lo ceritain gak seperti apa yang lo liat" Ucap nya untuk membenarkan. " Dengerin ya, waktu itu gue gak tahu tuh cowok mau ngapain, tiba tiba gendong gue, ya gue minta di lepas dong dan dengan kurang ajar nya si Bagas maen ngejatohin gue segala. Gimana gue gak sakit, dia dengan berani nya gendong gue lagi, pas kebeneran tuh turun hujan segala" Jelas isty.

KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Mantan✔
Teen FictionSatu tahun tidak saling bertanya, membuat Arga tidak bisa menahan rasa rindunya pada Elma. Elma Tiana. Gadis kalem yang mampu membuat Arga luluh akan cintanya. Arga yang datar, pendiam, tidak banyak bicara, bahkan akan kejam bila di usik, akan menja...