[Completed]
"Zigzag itu apa?"
"Berliku,"
"Kayak hidup?"
"Iya,"
Hanya segelintir cerita tentang dia dan mereka.
~•°•°•~
*cerita ini murni karya penulis. Segala hal dalam cerita adalah HALU atau IMAJINASI penulis. Sifat tokoh dalam cerita, tidak sama...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat ulang tahun UriChaeng-!
Selamat membaca . . .
Rosé berdiri dengan tenang didepan gerbang rumahnya pagi ini. Menunggu Taehyung untuk berangkat ke sekolah bersama.
Masalahnya dengan Younghoon sudah ia anggap selesai. Dan Rosé sudah mencoba sebaik mungkin untuk bersikap biasa saja dengan pemuda itu. Bahkan kini mulai ikut dengan empat sahabatnya ketika Younghoon bergabung dengan mereka. Rosé juga sudah mengatakan semuanya kepada empat sahabatnya itu. Sempat ada drama kecil diantara mereka, namun dengan cepat kembali seperti semula.
Younghoon tak lagi tinggal di rumahnya yang dulu. Jarak rumah Younghoon dan komplek Black Hour cukup jauh.
Sudah terhitung seminggu sejak Rosé berbicara dengan Younghoon dan menganggap masalah mereka selesai.
Rosé merasa lega. Ia tak perlu khawatir lagi tentang kedepannya akan seperti apa.
Pokoknya, Rosé tenang semuanya sudah selesai.
Namun, sepertinya tidak semuanya.
Sudah lewat 10 menit Rosé menunggu dengan sabar, gerbang rumah Taehyung tidak terbuka juga. Padahal ini masih pagi. Seharusnya gerbang rumah itu sudah terbuka. Setidaknya orang tua Taehyung lah yang keluar.
Tapi ini aneh. Gerbang itu benar-benar tak terbuka sejak tadi. Bahkan setelah Rosé amati, rumah diseberang sana terlihat sepi.
Maka Rosé berinisiatif menelepon Taehyung untuk bertanya.
"Halo?"
"Halo. Kakak dimana? Kok belum keluar?" tanya Rosé langsung begitu sambungan telepon terhubung.
"Astaga! Aku lupa bilang. Hari ini aku gak sekolah. Aku mau ke rumah Kakek. Beliau sakit, baru tadi pagi-pagi banget masuk ICU. Aku minta maaf gak sempet ngabarin kamu! Kamu berangkat sendiri dulu ya hari ini?"
Rosé mengerjap. Menghela napas dan tersenyum kecil.
"Iya. Gak papa kok. Semoga Kakeknya cepat sembuh. Aku bantu doa aja dari sini. Kakak juga jangan lupa buat makan dan istirahat ya?"