Z • 5 | Berangkat Bareng

1.2K 184 29
                                        

Selamat membaca
.
.
.

Euphoria kejadian kemarin masih Rosé rasakan hingga hari ini.

Itulah mengapa di pagi buta ini, Rosé sudah siap dengan seragam sekolahnya dan duduk manis di meja makan, sambil memperhatikan sang Mama yang sedang memasak sarapan.

Mama Minyoung awalnya terkejut melihat sosok anak gadis satu-satunya, turun dari lantai dua rumah mereka di pagi buta begini. Biasanya, Rosé menjadi anggota keluarga yang datang paling akhir untuk sarapan.

Karena dipenuhi rasa penasaran, akhirnya Mama Minyoung bertanya di sela-sela memasaknya.

"Tumben kakak udah rapi jam segini, ada apa nih?"

Rosé yang sedang sibuk scroll twitter melihat biasnya sedang trending--maklum dia fangirl, langsung menoleh.

"A- gak ada apa-apa kok Ma. Hehe," jawabnya dengan cengiran. Lalu kembali sibuk dengan timeline twitter.

Mama Minyoung hanya menggeleng. Dan fokus dengan masakannya.

Setelah limabelas menit, Mama Minyoung menyajikan masakannya di atas meja makan. Rosé membantu sedikit.

Mama Minyoung lalu duduk disalah satu kursi disana, tepat disamping Rosé, sembari menunggu para laki-laki keluarganya keluar dari tempat persembunyian.

"Yakin gak ada apa-apa?" Rosé menatap Mamanya sambil mengerjap, dengan senyum lebar yang tak luntur dari bibirnya. "Tumben banget anak gadis Mama udah rapi jam segini? Apalagi, dari tadi Mama perhatiin, kakak hawanya cerah banget gitu. Pasti ada something!"

Rosé terkekeh mendengar penuturan Mamanya.

"Kakak ketemu pangeran Ma! Hehe," ujarnya dengan tawa kecil.

Mama Minyoung tersenyum. "Dimana?" tanya beliau sambil mengelus ujung kepala Rosé.

"Depan rumah kita Ma! Di seberang!" Rosé melipat tangannya diatas meja setelah menjawab dengan exited.

"Loh? Anaknya Soohyun? Taehyung?" Mama Minyoung mengernyitkan dahinya sebentar, lalu bertanya dengan tak kalah exited dari putrinya.

"Iya! Kak Taehyung!" Rosé menjawab dengan menggebu-gebu.

"Kakak gak nyangka kalau Taehyung yang itu yang tinggal di seberang rumah. Kakak kaget waktu kemarin liat dia keluar dari sana, Ma. Kakak sih emang gak tau rupa kak Taehyung gimana di sekolah, cuma sekedar tau namanya dan ketenarannya dari anak kelas aja. Apalagi, dia juga jarang keluar kelas kan. Jadi kakak gak tau itu tuh kak Taehyung. Sumpah, Ma! Dia ganteng bangeettt! Kakak hampir pingsan liatnya!" lanjut gadis itu bercerita.

Mama Minyoung terkekeh melihat betapa semangatnya Rosé bercerita.

Memang sih, pesona anak semata wayangnya Pak Soohyun dan Bu Yeji itu lumayan mematikan. Dia saja sempat terpesona saat sedang bertamu ke rumah keluarga Widjaya beberapa waktu lalu.

"Terus ya, Ma. Kemarin pas istirahat kedua, kakak ketemu kak Taehyung di perpus. Dan kejadiannya itu malu-maluin banget. Mama tau gak?" Mama Minyoung menggeleng sambil tersenyum. Menyuruh Rosé melanjutkan. "Kakak nabrak kak Taehyung sampai buku kita jatuh. Aduuuhh, kakak malu banget, Ma!"

Mama Minyoung tertawa.

Gak sengaja nabrak orang memang membuat malu sih. Apalagi yang di tabrak itu cowok ganteng.

"Weits! Ada apa nih, anak perawan udah duduk manis di meja makan jam segini??" kata Chanyeol yang datang bersama Papa Seojoon dan Jisung.

"Wah, patut dipertanyakan ini." Jisung ikut-ikutan sambil duduk diseberang Rosé. Chanyeol duduk disamping Jisung. Sedangkan Papa Seojoon duduk diujung sendirian. Maklum, kepala keluarga.

ZigZagCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang