Jihoon berjalan mengikuti Bu Irene, wali kelasnya, menuju kelas 12-2.
Sepanjang jalan, Jihoon hanya diam sembari menatap sekeliling.
Sekolah barunya ini sangat besar.
Elit banget dah pokoknya.
"Ayo masuk," kata Bu Irene ketika mereka sampai di depan sebuah kelas yang Jihoon yakini kelas 12-2.
Kelas tersebut nampak hening.
Entah memang tertib, atau takut pada guru yang mengajar saat ini.
Kedatangan Bu Irene yang menjadi wali kelas mereka, membuat para siswa kelas 12-2 semakin hening.
Bentar. Ini gimana caranya yang tadi udah hening jadi makin hening?
Bu Irene itu mengajar Biologi, dan kebetulan pagi ini adalah jadwal mengajarnya di kelas didikannya sendiri.
"Selamat pagi anak-anak," sapa beliau dengan senyum tipis.
"Pagi Bu."
"Kalian pasti udah liat siswa yang masuk ke kelas bareng saya kan?"
Pandangan semua siswa kini mengarah ke Jihoon yang tengah menatap datar orang-orang disana.
Iya. Datar banget. Auranya kayak badboy gitu.
(Tau tatapan Jihoon di poster MMM kan? Nah, gitu)
"Dia teman baru kalian. Silahkan perkenalkan diri kamu, Jihoon." kata Bu Irene sembari menaruh barang-barangnya di meja guru.
Jihoon mengangguk.
"Kenalin, saya Park Jihoon. Murid pindahan dari Waiji High School. Salam kenal," katanya sambil mengangguk sekali. Dia senyum tipis banget, setidaknya untuk menghargai kelas yang akan dia tempati setahun ke depan sampai dirinya lulus.
Namun, senyum tipis seorang Park Jihoon nyatanya mampu meluluhlantakkan hati para gadis dan submissive di sana.
Termasuk Kim Seunghun yang sudah terkejut bukan main ketika melihat kedatangan Jihoon di kelasnya.
"Oke. Ada yang punya pertanyaan buat murid baru?" tanya Bu Irene. Menyapu pandangan menatap murid-muridnya.
Banyak yang ribut langsung mengangkat tangan. Berebut ingin bertanya pada Jihoon. Terutama para gadis dan uke.
Para dominant di sana hanya menatap datar kelakuan teman sekelas mereka. Termasuk Junkyu yang menghela napas dan membaca bukunya tidak peduli.
Jumlah siswa di tiap kelas itu maksimal 25 orang dengan kursi untuk individu. Ada 5 deret kursi ke samping dan 5 ke belakang.
Kebetulan di kelas 12-2 jumlah siswanya hanya 24. Jadi kedatangan Jihoon melengkapi satu kursi yang kosong di pojok kanan belakang kelas. Tepat di belakang kursinya Junkyu dan disamping kirinya ada Seunghun.
"Terlalu banyak yang mau bertanya. Kalian tanyakan saja nanti saat istirahat. Sekarang ayo lanjut ke materi. Jihoon, kamu bisa duduk di kursi pojok sana." kata Bu Irene akhirnya sambil menunjuk kursi kosong tadi.
Jihoon hanya mengangguk dan berjalan menuju kursinya.
Sempat melakukan tos ala lelaki dengan Junkyu dan melemparkan seringai pada Seunghun sebelum duduk di kursinya.
Jihoon dari tadi menatap Seunghun dengan tatapan sulit diartikan.
Seunghun merasa terintimidasi membuatnya tak nyaman sepanjang pelajaran Bu Irene.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
