"Kak Yoshi kenapa tuh? Dari tadi teriak-teriak mulu kayak orang gila,"
Jeongwoo berceletuk di tengah acara masaknya bersama Yedam itu.
Yedam menolehkan kepala ke belakang, di mana ada jendela cukup lebar yang memperlihatkan halaman belakang rumah mereka itu. Meski ada jarak yang cukup jauh antara dapur dan tempat Yoshi.
Yedam lalu mengendikkan bahu. Kembali menolehkan kepala ke adonan cookies yang sedang mereka bentuk.
Brownies nya udah di dalam oven sejak sepuluh menit yang lalu.
"Entahlah. Beneran gila kali,"
Mereka berdua tertawa.
Dan tentu saja, Haruto yang masih setia duduk memangku dagu di depan meja pantry sudah cengengesan menatap Jeongwoo.
Dasar bucin.
"Tapi kayaknya Kak Yoshi lagi baca novel deh itu. Mungkin karena alur ceritanya, dia jadi gila begitu."
Yedam mengangguk-angguk mendengar perkataan Jeongwoo yang masuk akal.
Tunangan Kim Doyoung itu lalu mengalihkan perhatiannya pada sosok Haruto tak jauh didepan mereka.
Dia lalu geleng-geleng kepala.
"Woo, kayaknya bukan cuma Kak Yoshi yang gila. Adeknya juga ikutan gila tuh,"
Jeongwoo mengikuti arah pandang Yedam dan bertemu tatap dengan Haruto.
Lelaki berkulit tan itu geleng-geleng kepala sambil terkekeh kecil dan kembali mengalihkan tatapan pada adonan.
"Mungkin, kegilaan mereka udah mengalir di DNA kali."
Dan keduanya kembali tertawa lebar.
Itu Haruto gak denger keduanya ngomongin tentang dia apa ya?
Hmm, mungkin karena perhatiannya fokus pada Jeongwoo, indra pendengarannya terganggu.
Dasar bucin. (2)
Beralih tempat ke ruang santai.
Si duta bucin masih setia dengan kegiatan bucinnya.
Meski kini sudah berganti posisi jadi Asahi yang bersandar pada bahu Jaehyuk.
Sejak lima puluh menit mereka menonton film di ruang santai, Asahi terlihat begitu gelisah.
Kayak mau bilang sesuatu sama Jaehyuk, tapi gak berani.
Mirip banget kayak Yoshi waktu mau nyelesain masalahnya sama Junghwan.
Jaehyuk yang kadar kepekaannya cukup tinggi, tentu saja sadar sejak awal Asahi gelisah. Namun, Jaehyuk tidak ingin memaksa tunangannya itu jika belum mau bicara. Biar saja Asahi sendiri yang berkata nanti.
Makanya Jaehyuk diam saja sambil curi-curi kesempatan buat modus ke Asahi sejak tadi.
Mungkin sudah terlalu lama perang batin apakah ingin bicara atau tidak, Asahi akhirnya mulai mengambil napas sebelum bicara.
"Jaehyuk,"
Jaehyuk tersenyum tipis. Akhirnya Asahi memanggil namanya. Jika lima menit lagi Asahi masih tetap diam, Jaehyuk udah inisiatif mau mancing lelaki itu untuk bicara.
"Iya sayang, kenapa?"
Asahi yang tidak biasa mendengar panggilan 'sayang' itu sedikit bergidik.
"Jangan panggil sayang. Aneh banget. Gak biasa,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
