Kalian percaya Hajeongwoo aku buat putus? Heiii, tidak akan pernah yeorobun!
It's my favorite ship, Mas! Not her!
AYO SINI MAJU YANG NGAJAK GELUD!!! SHARE LOCATION KITA BERTUMBUK!
***
Besoknya, Haruto sakit.
Awalnya Jeongwoo tidak sadar, tapi setelah dirinya selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah dengan rapi Haruto masih belum bangun juga dan nampak badannya sedikit menggigil, Jeongwoo inisiatif mendekat untuk membangunkan tunangannya itu.
Dan ternyata Haruto demam tinggi.
Jeongwoo jadi merasa bersalah. Pasti lelaki itu terlalu banyak berpikir tentang kejadian kemarin.
"Haru, maaf." Katanya sambil mengusap dahi Haruto sebelum memakaikan 'selamat tinggal demam'.
"Woo, lo di rumah aja ya? Jagain Haruto,"
Jeongwoo mengangguk atas usul sang Kakak. Yoshi juga sempat memberikan beberapa amanah untuknya agar menjaga Haruto saja di rumah.
Akhirnya Jeongwoo ditinggalkan di rumah trejo bersama Haruto.
"Kak Yedam, nanti pulang sekolah kita ke rumah orang tua kakak gimana?"
Yedam segera menolehkan kepala menatap Doyoung yang sedang berjalan di sebelahnya. Mereka sudah tiba di sekolah dan sedang dalam perjalanan menuju kelas masing-masing.
"Kok tiba-tiba?"
Doyoung tersenyum. "Mama Oje ngechat aku suruh bawa Kakak pulang, terus katanya dia kangen aku juga."
Mata Yedam berbinar.
Baru kemarin dia nangis karena rindu Mama sama Papa juga kakaknya, Chan, tapi sekarang sang tunangan sudah mengajaknya untuk pulang.
Yedam mengangguk antusias. "Ayoo! Aku udah kangen banget sama Mama Papa Abang."
Doyoung terkekeh. Tangannya terangkat membenarkan poni Yedam yang agak menutupi alis. Yedam yang terlihat bahagia itu benar-benar menggemaskan. Doyoung pengen meluk, tapi mereka lagi di koridor sekolah. Gak baik menebar uwu di antara lautan manusia jomblo.
Halah lo di kamar aja nebar keuwuan udah banyak jomblo yang iri lewat layar hape.
Benar kan warga?
"Ya udah sana masuk kelas. Nanti pas pulang kita pake taxi aja, aku yang bilang ke yang lain."
Yedam mengangguk. Langkahnya berhenti saat sampai di depan kelasnya.
Iya, Doyoung nganterin dia sampe ke depan kelas.
Bareng Junkyu juga yang nganterin Mashiho.
Itu koala sama hamster dari tadi gak peduli sekitar dan udah nebar uwu. Biasalah, bucin adem ayem yang gak punya masalah.
"Belajar yang rajin! Inget ya sama peringkat pertama," senyum Yedam terlihat sedikit menyebalkan di mata Doyoung. Namun lelaki itu tak ayal tetap tersenyum.
"Kalo gak dapet yang pertama, kamu tetep tunangan ku loh." Bisik Doyoung pada telinga Yedam.
Selepas itu Doyoung langsung pergi diiringi tawa lepas melihat pipi Yedam memerah. Kalo dia masih tetap di sana, bisa-bisa Yedam dia culik terus dibawa bolos.
Astaga.
"Emang Kim Doyoung, kalo gak gitu bukan Kim Doyoung namanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
CasualeWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
