Meja makan begitu hening pagi ini. Padahal, semua penghuni Rumah Trejo sudah selesai dengan menu sarapan masing-masing dan sedang duduk santai di meja.
Masih pagi. Mereka ke sekolah nanti jam 12. Acaranya jam 2. Jadi, masih banyak waktu untuk bersantai dan mempersiapkan diri buat yang mau tampil.
Mereka berdua belas gak ada yang jadi panitia acara kok. Soalnya udah dipegang sama anak OSIS dan masing-masing kelas di pilih perwakilan ketuanya.
Fyi, dua belas remaja ini gak ada yang jadi anak OSIS.
Suasana hening di meja makan, terjadi karena satu pasangan yang diam saja sejak baru turun dari lantai dua.
Siapa lagi kalau bukan Yoshi dan Junghwan.
Meski mereka duduk berdekatan, tapi mulut mereka seakan terkunci rapat. Hanya terbuka tadi saat makan saja.
Jika kemarin sewaktu makan malam, Junghwan masih berusaha untuk berbicara dengan Yoshi, maka pagi ini tidak.
Bahkan Jeongwoo yang duduknya lumayan jauh dari sahabat sejak kecilnya itu bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres diantara dua orang itu.
Kalau kalian nanyain Hyunsuk, dia udah baik-baik aja kok.
Tapi, ada yang aneh juga dari lelaki manis itu. Karena dia ikut diam seperti Yoshi dan Junghwan.
Bedanya, Hyunsuk diam sambil sesekali menundukkan kepala dengan pipi memerah. Apalagi, saat tak sengaja menatap Jihoon.
Nah loh. Ada apa nih?
Mari kita kembali ke waktu kemarin malam.
Kamar Hoonsuk, lantai satu.
Dua remaja beda tinggi badan, sedang rebahan diranjang bawah dari dua ranjang bertingkat.
Diam sambil menatap dasar dari ranjang di atas mereka.
Eh tiba-tiba, Hyunsuk yang tidur di sisi sebelah tembok terisak pelan. Membuat Jihoon langsung menolehkan kepalanya panik.
"Hey, kenapa?" tanyanya lembut sekali. Sambil satu tangannya terangkat menghapus air mata lelaki di sampingnya itu.
Hyunsuk malah makin terisak. Kini memiringkan tubuhnya menghadap Jihoon. Merapat ke dada Jihoon.
Jihoonnya tersentak. Namun kemudian beralih mendekap lelaki itu dan mengelus punggungnya.
Jihoon paham. Sekalipun lelaki ini sudah berkata dirinya baik-baik saja, tapi kejadian di rooftop tadi siang tidak mungkin secepat itu terlupakan.
Apalagi, Jihoon tau kalau Hyunsuk dipaksa.
"Keluarin semuanya. Sampai lo lega," kata Jihoon kembali.
Sekitar dua puluh menit kemudian, tangis Hyunsuk mereda.
Namun Jihoon belum melepas pelukannya.
Ya kali kesempatan seperti ini dia buang secepat itu? Hehehe.
"Ji,"
"Hm?"
Jihoon menurunkan pandangannya menatap Hyunsuk yang sedang memainkan jarinya di atas dada Jihoon. Bikin Jihoon geli, namun lelaki itu tak kuasa menghentikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
AcakWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
